Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada beberapa orang yang sedang sekarat. Apa yang sebenarnya terjadi pada saat mati suri? Atau hanya ada perubahan-perubahan kimia dalam otak dan organ indera sebelum kematian?
Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:
1. Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
2. Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
3. Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
4. Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
5. Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
6. Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.
Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta penjelasan supernatural (spiritual dan agama).
Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya.
Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.
Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.
Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.
Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.
Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.
Selasa, 12 April 2011
apa itu syok?
Syok merupakan keadaan gagalnya sirkulasi darah secara tiba-tiba akibat gangguan peredaran darah atau hilangnya cairan tubuh secara berlebihan. Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan. Oleh karena itu, kegagalan sirkulasi sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian.
Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah, pelebaran pembuluh darah yang abnormal, dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar. Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih). Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama, CRT (untuk bayi dan anak-anak). Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.
Pada tahap dekompensasi, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu.
Jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. Tahap ini disebut tahap ireversibel. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki.
Kekerasan merupakan penyebab tersering dari syok, (maksudnya perdarahan hebat karena benda tajam). Dalam penanganan syok, istilah “Golden Hour” menandakan waktu yang diperlukan mulai dari cedera yang dialami hingga pasien berada di meja operasi. ”Golden Hour” ini adalah waktu kritis atau waktu optimal untuk memberikan pertolongan kepada pasien dengan syok sehingga pasien dapat sembuh tanpa adanya cacat atau kelainan yang berarti.
Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
1. Danger à melihat keadaan sekitar apakah berbahaya, baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
2. Jaga jalan napas korban (sesuai dengan cara yang dibahas di materi RJP)
3. Cegah perdarahan yang berlanjut dengan balut tekan dan peninggian
4. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi
5. Jaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
6. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. Periksa kembali denyut jantung suhu dan pernapasan korban setiap 5 menit.
Macam-macam syok yang paling berbahaya :
Syok anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat terhadap protein asing, baik yang berasal dari obat-obatan, serangga, ataupun makanan. Syok anafilaktik tergolong kegawatdaruratan dan karena itulah maka penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kematian.ii
Gejala-gejala yang dialami korban :
Kulit :
* Hangat, rasa tertusuk pada mulut, wajah, dada, kaki dan tangan
* Gatal, kemerahan
* Bengkak pada lidah, wajah, tangan dan kaki
* Kebiruan
* Pucat
Saluran pernapasan :
* Bengkak pada mulut, lidah atau tenggorokan yang menghalangi jalan napas
* Nyeri, rasa diremas di dada
* Batuk, hilang suara
* Suara napas berbunyi, mengorok
Sirkulasi :
* Peningkatan denyut jantung
* Penurunan tekanan darah
* Pusing
* Sulit tidur
Gejala umum :
* Gatal, mata berair
* Sakit kepala
* Penurunan kesadaran
Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Lakukan tindakan pertolongan awal. Persiapan Bantuan Hidup Dasar
2. Pemberian oksigen murni (jika tersedia)
3. Pemberian obat-obatan seperti suntikan epinefrin atau antialergi (tergantung peraturan daerah setempat)
Jika syok yang terjadi disebabkan oleh sengatan serangga maka tindakan pengikatan di antara tempat gigitan dan jantung dapat dilakukan untuk mencegah racun serangga masuk ke dalam peredaran darah menuju jantung.
Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah, pelebaran pembuluh darah yang abnormal, dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar. Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat ditangani oleh tubuh), dan ireversibel (tidak dapat pulih). Tahap kompensasi adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama, CRT (untuk bayi dan anak-anak). Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal.
Pada tahap dekompensasi, tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu.
Jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak dan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. Tahap ini disebut tahap ireversibel. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki.
Kekerasan merupakan penyebab tersering dari syok, (maksudnya perdarahan hebat karena benda tajam). Dalam penanganan syok, istilah “Golden Hour” menandakan waktu yang diperlukan mulai dari cedera yang dialami hingga pasien berada di meja operasi. ”Golden Hour” ini adalah waktu kritis atau waktu optimal untuk memberikan pertolongan kepada pasien dengan syok sehingga pasien dapat sembuh tanpa adanya cacat atau kelainan yang berarti.
Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
1. Danger à melihat keadaan sekitar apakah berbahaya, baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
2. Jaga jalan napas korban (sesuai dengan cara yang dibahas di materi RJP)
3. Cegah perdarahan yang berlanjut dengan balut tekan dan peninggian
4. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi
5. Jaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut)
6. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. Periksa kembali denyut jantung suhu dan pernapasan korban setiap 5 menit.
Macam-macam syok yang paling berbahaya :
Syok anafilaktik
Syok anafilaktik merupakan reaksi alergi berat terhadap protein asing, baik yang berasal dari obat-obatan, serangga, ataupun makanan. Syok anafilaktik tergolong kegawatdaruratan dan karena itulah maka penanganan segera perlu dilakukan untuk mencegah kematian.ii
Gejala-gejala yang dialami korban :
Kulit :
* Hangat, rasa tertusuk pada mulut, wajah, dada, kaki dan tangan
* Gatal, kemerahan
* Bengkak pada lidah, wajah, tangan dan kaki
* Kebiruan
* Pucat
Saluran pernapasan :
* Bengkak pada mulut, lidah atau tenggorokan yang menghalangi jalan napas
* Nyeri, rasa diremas di dada
* Batuk, hilang suara
* Suara napas berbunyi, mengorok
Sirkulasi :
* Peningkatan denyut jantung
* Penurunan tekanan darah
* Pusing
* Sulit tidur
Gejala umum :
* Gatal, mata berair
* Sakit kepala
* Penurunan kesadaran
Tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Lakukan tindakan pertolongan awal. Persiapan Bantuan Hidup Dasar
2. Pemberian oksigen murni (jika tersedia)
3. Pemberian obat-obatan seperti suntikan epinefrin atau antialergi (tergantung peraturan daerah setempat)
Jika syok yang terjadi disebabkan oleh sengatan serangga maka tindakan pengikatan di antara tempat gigitan dan jantung dapat dilakukan untuk mencegah racun serangga masuk ke dalam peredaran darah menuju jantung.
Pingsan Serta Penanganannya
Kesehatan
Seringkah anda melihat orang Pingsan?. atau ketika seseorang melihat anda, orang tersebut akan pingsan hanya gara-gara melihat muka anda yang menakutkan..hehee :P mau diapain yah kalau melihat orang pingsan? yang pasti jangan di diamin aja yah. jangan pernah anda anggap remeh ketika orang pingsan, takutnya terjadi apa-apa dengan orang tersebut. meskipun terkadang orang yang pingsan bisa cepat sembuh kembali secara cepat maupun spontan. di sini, aku akan memberikan beberapa Tips mengatasi orang pingsan. namun, sebelum membahas tips mengatasi orang pingsan atau penanganan terhadap orang pingsan, aku akan membahas dulu konsep tentang pingsan itu sendiri. mulai dari definisi pingsan, penyebab pingsan, tanda gejala pingsan, dan terahir saya akan membahas penanganan pada orang yang pingsan. langsung aja yah baca di bawah ini..
Pingsan didefinisikan sebagai kondisi di mana orang kehilangan kesadaran. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Konsep Pingsan:
1. Definisi Pingsan
untuk mengatasi orang pingsan anda harus tahu terlebih dahulu definisi pingsan atau pengertian pingsan. sebenarnya apa itu pingsan?. pingsan dalam bahasa medisnya sering di sebut juga dengan “Sinkop”. yang berarti, suatu kondisi dimana saat anda kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dan untuk jangka waktu tertentu dan biasanya terjadi dalam waktu yang singkat. sinkop atau pingsan biasanya diakibatkan karena kurangnya suplai darah maupun oksigen yang rendah ke otak. pingsan ini bisa di sebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. faktor-faktor yang mempengaruhi pingsan bisa anda baca di bawah ini.
2. Penyebab pingsan
penyebab pingsan dapat di sebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, yaitu:
* Benturan di kepala baik itu kecelakaan atau bukan.
* penyakit seperti Diabetes Mellitus atau kencing manis (koma diabetikum), penyakit hati (koma hepatikum).
* Lingkungan: terik matahari (kepanasan), alergi, kurang oksigen, keracunan gas, dan kedinginan.
*
Keadaan tubuh : pendarahan, kesakitan, kelelahan, kelaparan, ketakutan, tdk tahan obat, gangguan jantung, kekurangan cairan ( dehidrasi).
3. Tanda gejala pingsan
adapun tanda dan gejala orang pingsan yaitu:
*
Kesadaran menurun / hilang
*
Muka pucat, kulit basah, keringat dingin, dan gelisah
*
Nafas dangkal, nadi cepat
*
Mengeluh mual, kadang muntah, pusing, haus dan bibir rasa baal
gimana?, udah cukup jelas mengenai informasi pingsan ?. kalau belum puas, silahkan anda cari sendiri definisi pingsan. aku sudah menjelaskan definisi pingsan atau pengertian pingsan, penyebab pingsan, serta tanda gejala orang yang pingsan. semoga ini bisa menambah pengetahuan anda!. sekarang kita lanjut ke cara mengatasi orang pingsan.
Penanganan Terhadap Orang Pingsan:
nah, sekarang kita masuk ke penanganan orang pingsan. ada beberapa tindakan yang harus anda lakukan, apabila anda menemukan seseorang yang mengalami pingsan, baik itu disebabkan oleh penyakit, kekurangan oksigen, kepanasan karena cuaca yang terik, kecelakaan yang fatal dan lain sebagainya. langsung aja aku kasih cara menangani orang yang pingsan. apabila anda menemukan orang yang pingsan, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan yaitu:
1. pertama-tama yang anda lakukan yaitu jangan panik, tenangkan diri anda terlebih dahulu. ya iya lah, gimana orangnya mau sadar kalau anda sendiri panik dan cemas..hehee :P
2. apabila anda menemukan orang yang pingsan, anda amankan terlebih dahulu orang tersebut dengan cara menempatkan dia di tempat yang teduh atau ruangan yang sirkulasi udaranya baik.
3. Longgarkan pakaian yang menghambat pernafasan, di takutkan pakaian yang dikenakan terlalu ketat. pakaian yang ketat bisa menyebabkan sirkulasi darah maupun oksigen terganggu. dan jangan lupa Beri selimut bila kedinginan. anda juga harus memperhatikan jalan napas orang tersebut.
4. kemudian Anda kaji tingkat kesadaran orang yang pingsan dengan cara, memanggil namanya dengan keras. apabila cara ini tidak berhasil, anda bisa kasih rangsangan dengan sentuhan yang lembut, atau di pukul di daerah pundak. tapi jangan terlalu keras yah..hehee :P . usaha ini gunanya untuk mengembalikan kesadaran orang tersebut.
5. Apabila cara kedua masih belum berhasil anda bisa memberikan bau-bauan yang menyengat pada daerah sekitar lubang hidung seperti parfum, bawang putih atau miyak kayu putih. apabila anda tidak mempunyai barang-barang yang menyengat seperti parfum, bawang putih atau minyak kayu putih, bau-bauan yang menyengat ini bertujuan untuk memberikan rangsangan pada syaraf otak agar kesadaran otak orang yang pingsan dapat pulih kembali.
6. untuk Penatalaksanan secara umum pada penderita pingsan adalah dengan membaringkan penderita pingsan pada posisi telentang, baik dengan kepala lebih rendah atau pun kepala lebih tinggi dari badan sesuai dengan tanda (sign) yang terdapat pada penderita. Bila keadaan muka penderita merah, sebaiknya posisi kepala lebih tinggi, atau disandarkan. Namun bila keadaan muka penderita lebih pucat, sebaiknya kepala lebih rendah dari pada anggota badan. ingat apabila kodisi muka dari penderita pucat.. posisi kepalanya harus lebih rendah dari kaki. mengapa posisi kepala harus lebih rendah pada kaki? ini fungsinya supaya darah mengalir ke otak, sehingga suplai darah ke otak terpenuhi.
7. Jika penderita mulai sadar, sebaiknya diberikan minum air teh hangat dicampur gula atau cukup air gula. Tujuannya adalah, jika penderita pingsan akibat kelelahan, atau kelaparan, pemberian air gula akan meningkatkan glukosa penderita yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk memproduksi energi. Pingsan akibat kelaparan biasanya ditandai dengan berkeringat, wajah nampak pucat, dan anggota badan terasa dingin.
8. terakhir, apabila anda sudah melakukan beberapa tips penanganan orang pingsan yang telah aku jelaskan di atas. dan apabila tips mengatasi orang pingsan tidak berhasil, sebaiknya segera rujuk orang yang pingsan tersebut ke pelayanan kesehatan terdekat
Seringkah anda melihat orang Pingsan?. atau ketika seseorang melihat anda, orang tersebut akan pingsan hanya gara-gara melihat muka anda yang menakutkan..hehee :P mau diapain yah kalau melihat orang pingsan? yang pasti jangan di diamin aja yah. jangan pernah anda anggap remeh ketika orang pingsan, takutnya terjadi apa-apa dengan orang tersebut. meskipun terkadang orang yang pingsan bisa cepat sembuh kembali secara cepat maupun spontan. di sini, aku akan memberikan beberapa Tips mengatasi orang pingsan. namun, sebelum membahas tips mengatasi orang pingsan atau penanganan terhadap orang pingsan, aku akan membahas dulu konsep tentang pingsan itu sendiri. mulai dari definisi pingsan, penyebab pingsan, tanda gejala pingsan, dan terahir saya akan membahas penanganan pada orang yang pingsan. langsung aja yah baca di bawah ini..
Pingsan didefinisikan sebagai kondisi di mana orang kehilangan kesadaran. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Konsep Pingsan:
1. Definisi Pingsan
untuk mengatasi orang pingsan anda harus tahu terlebih dahulu definisi pingsan atau pengertian pingsan. sebenarnya apa itu pingsan?. pingsan dalam bahasa medisnya sering di sebut juga dengan “Sinkop”. yang berarti, suatu kondisi dimana saat anda kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dan untuk jangka waktu tertentu dan biasanya terjadi dalam waktu yang singkat. sinkop atau pingsan biasanya diakibatkan karena kurangnya suplai darah maupun oksigen yang rendah ke otak. pingsan ini bisa di sebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi. faktor-faktor yang mempengaruhi pingsan bisa anda baca di bawah ini.
2. Penyebab pingsan
penyebab pingsan dapat di sebabkan oleh beberapa faktor di antaranya, yaitu:
* Benturan di kepala baik itu kecelakaan atau bukan.
* penyakit seperti Diabetes Mellitus atau kencing manis (koma diabetikum), penyakit hati (koma hepatikum).
* Lingkungan: terik matahari (kepanasan), alergi, kurang oksigen, keracunan gas, dan kedinginan.
*
Keadaan tubuh : pendarahan, kesakitan, kelelahan, kelaparan, ketakutan, tdk tahan obat, gangguan jantung, kekurangan cairan ( dehidrasi).
3. Tanda gejala pingsan
adapun tanda dan gejala orang pingsan yaitu:
*
Kesadaran menurun / hilang
*
Muka pucat, kulit basah, keringat dingin, dan gelisah
*
Nafas dangkal, nadi cepat
*
Mengeluh mual, kadang muntah, pusing, haus dan bibir rasa baal
gimana?, udah cukup jelas mengenai informasi pingsan ?. kalau belum puas, silahkan anda cari sendiri definisi pingsan. aku sudah menjelaskan definisi pingsan atau pengertian pingsan, penyebab pingsan, serta tanda gejala orang yang pingsan. semoga ini bisa menambah pengetahuan anda!. sekarang kita lanjut ke cara mengatasi orang pingsan.
Penanganan Terhadap Orang Pingsan:
nah, sekarang kita masuk ke penanganan orang pingsan. ada beberapa tindakan yang harus anda lakukan, apabila anda menemukan seseorang yang mengalami pingsan, baik itu disebabkan oleh penyakit, kekurangan oksigen, kepanasan karena cuaca yang terik, kecelakaan yang fatal dan lain sebagainya. langsung aja aku kasih cara menangani orang yang pingsan. apabila anda menemukan orang yang pingsan, ada beberapa langkah yang harus anda lakukan yaitu:
1. pertama-tama yang anda lakukan yaitu jangan panik, tenangkan diri anda terlebih dahulu. ya iya lah, gimana orangnya mau sadar kalau anda sendiri panik dan cemas..hehee :P
2. apabila anda menemukan orang yang pingsan, anda amankan terlebih dahulu orang tersebut dengan cara menempatkan dia di tempat yang teduh atau ruangan yang sirkulasi udaranya baik.
3. Longgarkan pakaian yang menghambat pernafasan, di takutkan pakaian yang dikenakan terlalu ketat. pakaian yang ketat bisa menyebabkan sirkulasi darah maupun oksigen terganggu. dan jangan lupa Beri selimut bila kedinginan. anda juga harus memperhatikan jalan napas orang tersebut.
4. kemudian Anda kaji tingkat kesadaran orang yang pingsan dengan cara, memanggil namanya dengan keras. apabila cara ini tidak berhasil, anda bisa kasih rangsangan dengan sentuhan yang lembut, atau di pukul di daerah pundak. tapi jangan terlalu keras yah..hehee :P . usaha ini gunanya untuk mengembalikan kesadaran orang tersebut.
5. Apabila cara kedua masih belum berhasil anda bisa memberikan bau-bauan yang menyengat pada daerah sekitar lubang hidung seperti parfum, bawang putih atau miyak kayu putih. apabila anda tidak mempunyai barang-barang yang menyengat seperti parfum, bawang putih atau minyak kayu putih, bau-bauan yang menyengat ini bertujuan untuk memberikan rangsangan pada syaraf otak agar kesadaran otak orang yang pingsan dapat pulih kembali.
6. untuk Penatalaksanan secara umum pada penderita pingsan adalah dengan membaringkan penderita pingsan pada posisi telentang, baik dengan kepala lebih rendah atau pun kepala lebih tinggi dari badan sesuai dengan tanda (sign) yang terdapat pada penderita. Bila keadaan muka penderita merah, sebaiknya posisi kepala lebih tinggi, atau disandarkan. Namun bila keadaan muka penderita lebih pucat, sebaiknya kepala lebih rendah dari pada anggota badan. ingat apabila kodisi muka dari penderita pucat.. posisi kepalanya harus lebih rendah dari kaki. mengapa posisi kepala harus lebih rendah pada kaki? ini fungsinya supaya darah mengalir ke otak, sehingga suplai darah ke otak terpenuhi.
7. Jika penderita mulai sadar, sebaiknya diberikan minum air teh hangat dicampur gula atau cukup air gula. Tujuannya adalah, jika penderita pingsan akibat kelelahan, atau kelaparan, pemberian air gula akan meningkatkan glukosa penderita yang sangat dibutuhkan oleh otak untuk memproduksi energi. Pingsan akibat kelaparan biasanya ditandai dengan berkeringat, wajah nampak pucat, dan anggota badan terasa dingin.
8. terakhir, apabila anda sudah melakukan beberapa tips penanganan orang pingsan yang telah aku jelaskan di atas. dan apabila tips mengatasi orang pingsan tidak berhasil, sebaiknya segera rujuk orang yang pingsan tersebut ke pelayanan kesehatan terdekat
Senin, 07 Maret 2011
Obat Tradisional
Mengobati Kencing Batu
Rebuslah daun kumis kucing secukupnya, kemudian dinginkan dan diminum tiga kali sehari.
Mengobati Kencing Manis (Diabetes)
Cara pertama adalah makanlah undur-undur hidup sebanyak dua ekor setiap hari.Cara yang kedua adalah rebuslah daun murbei segenggaman tangan, daun meniran segenggam tangan, daun kumis kucing segenggaman tangan, dan petai cina setengah gelas belimbing. Rebuslah dengan menggunakan 2 liter air dan jadikan sampai kira-kita 1,5 liter. Minum air rebusan tersebut tiga kali sehari.
Mengobati Sakit Batuk
Kupaslah kencur sebesar ibu jari dan temu giring sebesar jari manis kemudian diparut. Parutan tersebut ditambahkan air 1,5 gelas kemudian disaring. Rebuslah air saringan tersebut dan dinginkan suam-suam kuku. Yang terakhir ambil satu buah jeruk nipis dan masukkan kedalam air rebusan tadi dan tambahkan madu satu sendok makan. Minum ramuan tersebut pagi dan sore.
Mengobati Sakit Perut Karena Masuk Angin
Parutlah Jahe kemudian gosokkan hingga merata ke perut sambil diurut-urut dengan tangan. Kemudian minumlah kopi panas yang telah dicampur dengan jahe. Caranya jahe dibakar terus dipukul-pukul sampai pecah. Kemudian jahe tersebut diseduh bersama gula dan kopi. Minumlah ramuan tersebut sampai sembuh.
Mengobati Sakit Perut Karena Kebanyakan Makan Pedas
Kunyit sebesar ibu jari dikupas kulitnya, kemudian diiris tips-tipis dan dimasukan kedalam gelas. Tambahkan gula batu secukupnya dan asam satu tangkai dan disedu dengan air mendidih. Dinginkan suam-suam kuku dan minum.
Mengobati Sakit Disentri
Buah sawo yang masih muda dikupas kulitnya, kemudian dicuci sampai bersih dan diparut. Kemudian tuangkan air mendidih sebagaimana membuat teh. Dinginkan dan minum setelah disaring terlebih dahulu. Cara kedua adalah rebuslah daun jambu klutuk sampai mendidih. Kemudian air rebusan tersebut diminum masing-masing pagi dan sore. Cara terakhir yang paling mudah adalah memakan salak yang masih muda.
Mengobati Sakit Sukar Berak
Cara yang paling aman dan ampuh adalah dengan perbanyak minum air putih minimal delapan gelas sehari dan perbanyaklah makan buah pepaya dan sayur-sayuran.
Mengobati Jerawat
Bersihkanlah wajah anda setiap sebelum tidur, kemudian oleskan dengan jeruk nipis. Insya Allah kulit anda akan terbebas dari jerawat dan kulit anda akan kelihatan putih.
Mengobati Panu
Carilah jahe sedikit saja menurut keperluan, kemudian cuci bersih dan dikupas serta diparut. Setelah diparut, campurkan dengan sedikit minyak kayu putih, dan kemudian dioleskan ke kulit yang berpanu setiap hari sampai sembuh.
Mengobati Tekanan Darah Tinggi
Untuk orang yang terkena penyakit tekanan darah tinggi, usahakanlah untuk tidak memakan segala macam daging kecuali ikan dan tidak memakan garam, minum kopi dan merokok SEDIKITPUN. Selanjutnya cukuplah istirahat dan berolah raga. Gantilah kebiasaan mengopi anda dengan meminum teh hijau tanpa gula minimal dua kali sehari. Untuk pengobatannya ambil daun pokat sebanyak 21 lembar direbus didalam air 9 gelas dan biarkan mendidih sampai air tersisa 3 gelas saja. Minum tiga kali sehari. Kemudian perbanyak memakan lalapan seldri dan ketimun.
Mengobati Caplak
Ambillah sabun, kapur sirih, dan kemangi dihaluskan menjadi satu, kemudian dioleskan ke caplak yang ingin dihilangkan.
Mengobati Mimisan
Orang yang mimisan disuruh berbaring terlebih dahulu, kemudian ambil daun sirih yang sudah dicuci, dan gulung hingga kecil agar dapat dimasukkan kedalam lobang hidung yang sedang mimisan. Kompreslah kepala anak yang sedang mimisan tersebut dengan handuk basah.
Mengobati Sakit Reumatik
Ambil beberapa lembar daun ubi kayu kemudian ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit kapur sirih. Adonan tersebut digosok-gsokan ke tempat yang terasa sakit, pegal, dan nyeri. Lakukanlah berulang kali hingga sembuh.
Menyegarkan Air Susu Ibu
Ambil daun pepaya yang ukurannya sedang dan tidak terlu tua ataupun muda. Tumbuk hingga halus didalam lumpang. Tumbukan tersebut diperas dengan air dan dicampur dengan sedikit gula pasir. Minumlah air tersebut. Insya Allah air susu ibu akan banyak dan segar.
Mengobati Sakit Pinggang
Ambil daun alpukat sebanyak 20 lembar dan dicuci bersih kemudian direbus dengan air sebanyak 4 gelas belimbing. Tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa hanya 2 gelas saja. Saring air dan diminum masing-masing satu gelas pagi dan sore.
Mengobati Sakit Gatal
Ambil daun jarak beberapa lembar kemudian rebus hingga airnya mendidih. Kalau sudah mendidih tuangkan kedalam ember besar dan daunnya dibuang. Kemudian campur dengan sedikit air dingin dan gunakanlah untuk mandi.
Mengobati Sesak Nafas
Minumlah air hangat yang telah dicampur dengan cengkih. Insya Allah sesak nafas ringan akan segera hilang.
Mengobati Kurang Darah
Kunyit diparut kemudian diperas dengan air masak yang sudah dingin. Kemudian campur dengan gula aren dan ditambah sedikit garam. Kemudian diminum secara rutin.
Mengobati Kutil
Labu siam diiris kemudian getahnya di gosok-gosokkan ke kutil yang melekat di kulit. Lakukan berulang kali hingga kutilnya lepas dengan sendiri.
Mengobati Bisul
Ambil ketimun kemudian diparut dan dicampur dengan biji pala yang telah diparut juga. Adonan tersebut dibungkus dengan daun pisang terus diopen dengan menggunakan open biasa. Kemudian tempelkan ke kulit yang ada bisulnya dengan menggunakan perban. Lakukan selama 5hari berturut-turut. Insya Allah bisulnya akan segera pecah dengan sendirinya.
Mengobati Benjol Dikepala
Ambil selembar daun pisang dan tarus diatas kompor minyak yang sedang menyala. Setelah hangat tempelkan ke benjol. Insya Allah benjol akan mengempis dengan sendirinya.
Mengobati Kaki Lumpuh
Daun turi satu genggam, kencur satu genggam, asem hitam satu kelereng dan garam sedikit. Semua bahan diatas ditumbuk sampai halus. Oleskan ramuan tersebut keatas kaki yang lumpuh dan dipijat-pijat dari pangkal paha hingga ke ujung jari kaki. Lakukan setiap jam 6 pagi dan 6 sore sampai sembuh
Mengobati Sakit Tipes
Cacing tanah dibakar sampai gosong (bisa diambil 1 cangkir cacing tanah) setelah gosong ditumbuk sampai halus dan campurlah dengan 1 sendok makan bubuk kopi. Buatlah wedang dari kopi dan cacing ini dengan ditambah 1 sendok madu. Anak yang sakit disuruh minum selama 3 hari.
Khasiat Bawang Putih
Bawang putih dapat dipergunakan sebagai obat sakit kepala yang cukup ampuh. Anda bisa memakannya sebanyak 1-2 bungkul besar sekaligus sebagai lalap. Bisa dimakan dengan tahu goreng atau sambal. Kurang lebih 1 jam pusing akan hilang (juga pusing yang diakibatkan oleh penyakit darah tinggi)
Manfaat Getah Pisang
Bila terkena luka bakar yang masih baru, bisa diobati dengan air getah pisang. maka akan segera sembuh tanpa melepuh terlebih dahulu.
Mengobati Wasir
Bila keluarga anda terkena cacingan atau wasir, maka obatilah dengan cara ambil segenggam akar pohon cemara, cuci, dan rebsulah dengan 1 liter air bersih, bisa ditambahkan gula aren dan sedikit garam dapur. Minumlah pagi dan sore satu gelas saja. wasir dan cacingannya akan sembuh.
Mengobati Cacing Kremi
Untuk membasmi cacing kremi cukup dengan perasan air wortel, santan kental, dan sedikit garam dapur dicampur lalu diminum. Cacing kremi akan lenyap dengan segera.
Rebuslah daun kumis kucing secukupnya, kemudian dinginkan dan diminum tiga kali sehari.
Mengobati Kencing Manis (Diabetes)
Cara pertama adalah makanlah undur-undur hidup sebanyak dua ekor setiap hari.Cara yang kedua adalah rebuslah daun murbei segenggaman tangan, daun meniran segenggam tangan, daun kumis kucing segenggaman tangan, dan petai cina setengah gelas belimbing. Rebuslah dengan menggunakan 2 liter air dan jadikan sampai kira-kita 1,5 liter. Minum air rebusan tersebut tiga kali sehari.
Mengobati Sakit Batuk
Kupaslah kencur sebesar ibu jari dan temu giring sebesar jari manis kemudian diparut. Parutan tersebut ditambahkan air 1,5 gelas kemudian disaring. Rebuslah air saringan tersebut dan dinginkan suam-suam kuku. Yang terakhir ambil satu buah jeruk nipis dan masukkan kedalam air rebusan tadi dan tambahkan madu satu sendok makan. Minum ramuan tersebut pagi dan sore.
Mengobati Sakit Perut Karena Masuk Angin
Parutlah Jahe kemudian gosokkan hingga merata ke perut sambil diurut-urut dengan tangan. Kemudian minumlah kopi panas yang telah dicampur dengan jahe. Caranya jahe dibakar terus dipukul-pukul sampai pecah. Kemudian jahe tersebut diseduh bersama gula dan kopi. Minumlah ramuan tersebut sampai sembuh.
Mengobati Sakit Perut Karena Kebanyakan Makan Pedas
Kunyit sebesar ibu jari dikupas kulitnya, kemudian diiris tips-tipis dan dimasukan kedalam gelas. Tambahkan gula batu secukupnya dan asam satu tangkai dan disedu dengan air mendidih. Dinginkan suam-suam kuku dan minum.
Mengobati Sakit Disentri
Buah sawo yang masih muda dikupas kulitnya, kemudian dicuci sampai bersih dan diparut. Kemudian tuangkan air mendidih sebagaimana membuat teh. Dinginkan dan minum setelah disaring terlebih dahulu. Cara kedua adalah rebuslah daun jambu klutuk sampai mendidih. Kemudian air rebusan tersebut diminum masing-masing pagi dan sore. Cara terakhir yang paling mudah adalah memakan salak yang masih muda.
Mengobati Sakit Sukar Berak
Cara yang paling aman dan ampuh adalah dengan perbanyak minum air putih minimal delapan gelas sehari dan perbanyaklah makan buah pepaya dan sayur-sayuran.
Mengobati Jerawat
Bersihkanlah wajah anda setiap sebelum tidur, kemudian oleskan dengan jeruk nipis. Insya Allah kulit anda akan terbebas dari jerawat dan kulit anda akan kelihatan putih.
Mengobati Panu
Carilah jahe sedikit saja menurut keperluan, kemudian cuci bersih dan dikupas serta diparut. Setelah diparut, campurkan dengan sedikit minyak kayu putih, dan kemudian dioleskan ke kulit yang berpanu setiap hari sampai sembuh.
Mengobati Tekanan Darah Tinggi
Untuk orang yang terkena penyakit tekanan darah tinggi, usahakanlah untuk tidak memakan segala macam daging kecuali ikan dan tidak memakan garam, minum kopi dan merokok SEDIKITPUN. Selanjutnya cukuplah istirahat dan berolah raga. Gantilah kebiasaan mengopi anda dengan meminum teh hijau tanpa gula minimal dua kali sehari. Untuk pengobatannya ambil daun pokat sebanyak 21 lembar direbus didalam air 9 gelas dan biarkan mendidih sampai air tersisa 3 gelas saja. Minum tiga kali sehari. Kemudian perbanyak memakan lalapan seldri dan ketimun.
Mengobati Caplak
Ambillah sabun, kapur sirih, dan kemangi dihaluskan menjadi satu, kemudian dioleskan ke caplak yang ingin dihilangkan.
Mengobati Mimisan
Orang yang mimisan disuruh berbaring terlebih dahulu, kemudian ambil daun sirih yang sudah dicuci, dan gulung hingga kecil agar dapat dimasukkan kedalam lobang hidung yang sedang mimisan. Kompreslah kepala anak yang sedang mimisan tersebut dengan handuk basah.
Mengobati Sakit Reumatik
Ambil beberapa lembar daun ubi kayu kemudian ditumbuk halus dan dicampur dengan sedikit kapur sirih. Adonan tersebut digosok-gsokan ke tempat yang terasa sakit, pegal, dan nyeri. Lakukanlah berulang kali hingga sembuh.
Menyegarkan Air Susu Ibu
Ambil daun pepaya yang ukurannya sedang dan tidak terlu tua ataupun muda. Tumbuk hingga halus didalam lumpang. Tumbukan tersebut diperas dengan air dan dicampur dengan sedikit gula pasir. Minumlah air tersebut. Insya Allah air susu ibu akan banyak dan segar.
Mengobati Sakit Pinggang
Ambil daun alpukat sebanyak 20 lembar dan dicuci bersih kemudian direbus dengan air sebanyak 4 gelas belimbing. Tunggu hingga mendidih dan airnya tersisa hanya 2 gelas saja. Saring air dan diminum masing-masing satu gelas pagi dan sore.
Mengobati Sakit Gatal
Ambil daun jarak beberapa lembar kemudian rebus hingga airnya mendidih. Kalau sudah mendidih tuangkan kedalam ember besar dan daunnya dibuang. Kemudian campur dengan sedikit air dingin dan gunakanlah untuk mandi.
Mengobati Sesak Nafas
Minumlah air hangat yang telah dicampur dengan cengkih. Insya Allah sesak nafas ringan akan segera hilang.
Mengobati Kurang Darah
Kunyit diparut kemudian diperas dengan air masak yang sudah dingin. Kemudian campur dengan gula aren dan ditambah sedikit garam. Kemudian diminum secara rutin.
Mengobati Kutil
Labu siam diiris kemudian getahnya di gosok-gosokkan ke kutil yang melekat di kulit. Lakukan berulang kali hingga kutilnya lepas dengan sendiri.
Mengobati Bisul
Ambil ketimun kemudian diparut dan dicampur dengan biji pala yang telah diparut juga. Adonan tersebut dibungkus dengan daun pisang terus diopen dengan menggunakan open biasa. Kemudian tempelkan ke kulit yang ada bisulnya dengan menggunakan perban. Lakukan selama 5hari berturut-turut. Insya Allah bisulnya akan segera pecah dengan sendirinya.
Mengobati Benjol Dikepala
Ambil selembar daun pisang dan tarus diatas kompor minyak yang sedang menyala. Setelah hangat tempelkan ke benjol. Insya Allah benjol akan mengempis dengan sendirinya.
Mengobati Kaki Lumpuh
Daun turi satu genggam, kencur satu genggam, asem hitam satu kelereng dan garam sedikit. Semua bahan diatas ditumbuk sampai halus. Oleskan ramuan tersebut keatas kaki yang lumpuh dan dipijat-pijat dari pangkal paha hingga ke ujung jari kaki. Lakukan setiap jam 6 pagi dan 6 sore sampai sembuh
Mengobati Sakit Tipes
Cacing tanah dibakar sampai gosong (bisa diambil 1 cangkir cacing tanah) setelah gosong ditumbuk sampai halus dan campurlah dengan 1 sendok makan bubuk kopi. Buatlah wedang dari kopi dan cacing ini dengan ditambah 1 sendok madu. Anak yang sakit disuruh minum selama 3 hari.
Khasiat Bawang Putih
Bawang putih dapat dipergunakan sebagai obat sakit kepala yang cukup ampuh. Anda bisa memakannya sebanyak 1-2 bungkul besar sekaligus sebagai lalap. Bisa dimakan dengan tahu goreng atau sambal. Kurang lebih 1 jam pusing akan hilang (juga pusing yang diakibatkan oleh penyakit darah tinggi)
Manfaat Getah Pisang
Bila terkena luka bakar yang masih baru, bisa diobati dengan air getah pisang. maka akan segera sembuh tanpa melepuh terlebih dahulu.
Mengobati Wasir
Bila keluarga anda terkena cacingan atau wasir, maka obatilah dengan cara ambil segenggam akar pohon cemara, cuci, dan rebsulah dengan 1 liter air bersih, bisa ditambahkan gula aren dan sedikit garam dapur. Minumlah pagi dan sore satu gelas saja. wasir dan cacingannya akan sembuh.
Mengobati Cacing Kremi
Untuk membasmi cacing kremi cukup dengan perasan air wortel, santan kental, dan sedikit garam dapur dicampur lalu diminum. Cacing kremi akan lenyap dengan segera.
Minggu, 30 Januari 2011
Pertolongan pertama anak kejang
Jika anak mengalami demam yang tinggi seringkali disertai dengan munculnya kejang-kejang atau dikenal dengan istilah step. Bagaimana pertolongan pertama jika anak mengalami kejang demam?
Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Gejala yang timbul adalah tubuh tersentak dan mulai kaku, mengeluarkan air liur, muntah, bola matanya memutar, kulit tampak sedikit lebih gelap bahkan ada anak yang sampai hilang kesadaran.
Kejang-kejang ini bisa terjadi dalam beberapa detik hingga satu menit, tapi pada kasus tertentu kejang bisa muncul sangat lama hingga 15 menit.
Pada sebagian besar kasus, kejang demam yang terjadi beberapa detik umumnya tidak berbahaya. Tapi jika berlangsung lama, berulang dan tidak segera dilakukan pertolongan akan menimbulkan bahaya seperti kerusakan otak atau sebagai gejala awal dari penyakit serius.
Orangtua harus tetap waspada terhadap anak yang mengalami kejang-kejang, terutama jika terjadi berkali-kali. Kejang demam umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami demam lebih dari 39 derajat celsius, meskipun bisa juga terjadi pada temperatur yang lebih rendah.
Sebesar 3-5 persen kejang demam terjadi pada usia balita. Jika anak pernah mengalami kejang demam di usia pertama kehidupannya, maka ada kemungkinan ia akan mengalami kembali mengalami kejang meskipun temperatur demamnya lebih rendah.
Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (2/3/2010) ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua jika anaknya mengalami kejang demam, yaitu:
1. Pindahkan anak ke tempat yang aman seperti lantai atau kasur serta jauh dari benda-benda berbahaya.
2. Miringkan posisi kepala ke salah satu sisi agar ia tidak tersedak dan memudahkan keluarnya air liur atau muntah.
3. Melonggarkan pakaian yang digunakannya agar anak tidak mengalami sesak napas.
4. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya selama kejang-kejang berlangsung, termasuk memberinya obat-obatan.
5. Jika anak sulit bernapas atau kulitnya membiru segera bawa ke rumah sakit atau telpon ambulance.
Beberapa orangtua ada yang berusaha mencegah kejang demam pada anaknya dengan segera menurunkan panas tubuhnya. Tapi kejang demam cenderung datang dengan tiba-tiba, bahkan sebelum orangtua menyadari bahwa anaknya sakit. Karenanya orangtua tetap harus membawa anaknya ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.
Biasanya kejang-kejang terjadi apabila demam disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola atau infeksi telinga. Namun pada beberapa kasus tertentu, kejang demam terjadi sebagai gejala dari penyakit meningitis atau masalah serius lainnya.
Selain demam yang tinggi, kejang-kejang juga bisa terjadi akibat penyakit radang selaput otak, tumor, trauma atau benjolan di kepala serta gangguan elektrolit dalam tubuh. Karenanya orangtua dan dokter harus mencari tahu apa penyebab kejang-kejang tersebut.
Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Gejala yang timbul adalah tubuh tersentak dan mulai kaku, mengeluarkan air liur, muntah, bola matanya memutar, kulit tampak sedikit lebih gelap bahkan ada anak yang sampai hilang kesadaran.
Kejang-kejang ini bisa terjadi dalam beberapa detik hingga satu menit, tapi pada kasus tertentu kejang bisa muncul sangat lama hingga 15 menit.
Pada sebagian besar kasus, kejang demam yang terjadi beberapa detik umumnya tidak berbahaya. Tapi jika berlangsung lama, berulang dan tidak segera dilakukan pertolongan akan menimbulkan bahaya seperti kerusakan otak atau sebagai gejala awal dari penyakit serius.
Orangtua harus tetap waspada terhadap anak yang mengalami kejang-kejang, terutama jika terjadi berkali-kali. Kejang demam umumnya terjadi pada anak-anak yang mengalami demam lebih dari 39 derajat celsius, meskipun bisa juga terjadi pada temperatur yang lebih rendah.
Sebesar 3-5 persen kejang demam terjadi pada usia balita. Jika anak pernah mengalami kejang demam di usia pertama kehidupannya, maka ada kemungkinan ia akan mengalami kembali mengalami kejang meskipun temperatur demamnya lebih rendah.
Seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (2/3/2010) ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua jika anaknya mengalami kejang demam, yaitu:
1. Pindahkan anak ke tempat yang aman seperti lantai atau kasur serta jauh dari benda-benda berbahaya.
2. Miringkan posisi kepala ke salah satu sisi agar ia tidak tersedak dan memudahkan keluarnya air liur atau muntah.
3. Melonggarkan pakaian yang digunakannya agar anak tidak mengalami sesak napas.
4. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya selama kejang-kejang berlangsung, termasuk memberinya obat-obatan.
5. Jika anak sulit bernapas atau kulitnya membiru segera bawa ke rumah sakit atau telpon ambulance.
Beberapa orangtua ada yang berusaha mencegah kejang demam pada anaknya dengan segera menurunkan panas tubuhnya. Tapi kejang demam cenderung datang dengan tiba-tiba, bahkan sebelum orangtua menyadari bahwa anaknya sakit. Karenanya orangtua tetap harus membawa anaknya ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.
Biasanya kejang-kejang terjadi apabila demam disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola atau infeksi telinga. Namun pada beberapa kasus tertentu, kejang demam terjadi sebagai gejala dari penyakit meningitis atau masalah serius lainnya.
Selain demam yang tinggi, kejang-kejang juga bisa terjadi akibat penyakit radang selaput otak, tumor, trauma atau benjolan di kepala serta gangguan elektrolit dalam tubuh. Karenanya orangtua dan dokter harus mencari tahu apa penyebab kejang-kejang tersebut.
Pingsan? Apa yang Harus Dilakukan?
Kenapa seh kok bisa pingsan? Hal-hal apa yang bisa menyebabkan pingsan? Trus gimana yah kalau ada yang pingsan? Harus gimana dong?
Pingsan
Yaitu kehilangan kesadaran singkat, umumnya diawali dengan pucat dan perasaan melayang, atau pusing.
1. Postural hypotensi
Tekanan darah yang kadang-kadang menurun, dapat menimbulkan mual, nanar atau juga pingsan. Postural hypotensi biasanya dapat dirasakan jika kita berdiri mendadak (tiba-tiba) setelah duduk, berbaring atau jongkok/ membungkuk. Orang yang berdiri lama (pada upacara bendera) biasanya pingsan yang terjadi karena postural hypotensi. Berdiri yang lama menyebabkan meningkatnya tahanan perifer di daerah ekstremitas bawah (kaki) sehingga menyebabkan arus balik Vena (aliran vena ke Jantung) berkurang, sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah.
Pengobatan sendiri :
Jika ini yang anda alami, biasakan bangkit secara pelan-pelan sehabis duduk atau tiduran.
Usahakan menghindari berdiri lama. Jika pun harus berdiri lama, banyaklah bergerak dan gerakkan kaki dan telapak kaki untuk merangsang agar darah mengalir ke seluruh tubuh. Lunglai semacam ini biasanya tidak perlu dicemaskan, namun jika hal ini sering anda alami, bicarakan hal ini dengan dokter.
2. Pingsan dan lunglai di masa hamil
Sering terjadi karena tekanan darah menurun akibat mengendurnya otot-otot di sekitar pembuluh darah.
Pengobatan sendiri :
Usahakan menghindari berdiri lama. Jaga kondisi dan konsumsi makanan yang cukup.
3. Rendahnya kadar gula darah
Rendahnya kadar gula darah juga menjadi penyebab pingsan. Hal ini juga menimbulkan pusing, letih, gemetar, gagap, kesemutan di tangandan bibir, dan sakit kepala.
Pengobatan sendiri :
Segera makan jika ada gejala-gejala serangan akan terjadi. Biasakan membawa permen. Minuman manis juga akan membuat anda lebih baik. Jika mengidap Diabetes, dan telah beberapa kali pingsan, konsultasikan dengan dokter anda.
4. Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama
Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama bisa menyebabkan pingsan.
Pengobatan sendiri :
Segera pindahkan ke tempat yang sejuk, jika perlu dikompres agar panasnya turun.
Pertolongan Pertama Pada Pingsan
Jika suatu saat misalnya lagi Aksi, atau lagi upacara bendera (masih jaman yah?), tiba-tiba ngeliat ada yang pingsan, apa yang kita lakukan???
Minimal ada sesuatu yang bisa kita lakukan sebelum teriak-teriak manggil tim medis tentunya..
Apalagi kalo tim mediknya ikhwan, sementara yang pingsan akhwat.... (pengalaman pribadi neh!!!)
Oke, yang pertama dilakukan adalah :
1. Periksa jalannya nafas.
Apakah jalannya nafas ada yang menghalangi ( lidah yang terdorong ke belakang, ada obstruksi , dll).
Bagaimana pernafasannya. Apakah teratur? Atau tidak? Jika tidak teratur berarti memang harus diberi pertolongan dokter.
2. Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, tidak panas.
Hati-hati dalam memindahkan pasien. Jika ada cedera kepala/leher, maka proses pemindahan pasien bukan menjadi pilihan tindakan kita.
3. Baringkan pasien dengan kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala.
Pasien dibaringkan dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala. Hal ini dimaksudkan agar aliran darah ke bagian kepala lebih lancar. Jika dalam aksi, bisa digunakan tas, dus minuman, dll untuk mengganjal posisi kaki. Kepala pasien juga diberi sesuatu yang berfungsi sbg bantal (almamater, tas).
4. Jangan mengerubungi pasien. Karena dapat menghalangi aliran udara.
5. Jika sudah sadar, dan nafas sudah teratur bisa diberikan permen, preparat glukosa, atau teh manis.
6. Amati keadaan umum pasien. Jika perlu tindakan pertolongan lebih, segera bawa ke dokter/ rumah sakit.
Pingsan
Yaitu kehilangan kesadaran singkat, umumnya diawali dengan pucat dan perasaan melayang, atau pusing.
1. Postural hypotensi
Tekanan darah yang kadang-kadang menurun, dapat menimbulkan mual, nanar atau juga pingsan. Postural hypotensi biasanya dapat dirasakan jika kita berdiri mendadak (tiba-tiba) setelah duduk, berbaring atau jongkok/ membungkuk. Orang yang berdiri lama (pada upacara bendera) biasanya pingsan yang terjadi karena postural hypotensi. Berdiri yang lama menyebabkan meningkatnya tahanan perifer di daerah ekstremitas bawah (kaki) sehingga menyebabkan arus balik Vena (aliran vena ke Jantung) berkurang, sehingga menyebabkan turunnya tekanan darah.
Pengobatan sendiri :
Jika ini yang anda alami, biasakan bangkit secara pelan-pelan sehabis duduk atau tiduran.
Usahakan menghindari berdiri lama. Jika pun harus berdiri lama, banyaklah bergerak dan gerakkan kaki dan telapak kaki untuk merangsang agar darah mengalir ke seluruh tubuh. Lunglai semacam ini biasanya tidak perlu dicemaskan, namun jika hal ini sering anda alami, bicarakan hal ini dengan dokter.
2. Pingsan dan lunglai di masa hamil
Sering terjadi karena tekanan darah menurun akibat mengendurnya otot-otot di sekitar pembuluh darah.
Pengobatan sendiri :
Usahakan menghindari berdiri lama. Jaga kondisi dan konsumsi makanan yang cukup.
3. Rendahnya kadar gula darah
Rendahnya kadar gula darah juga menjadi penyebab pingsan. Hal ini juga menimbulkan pusing, letih, gemetar, gagap, kesemutan di tangandan bibir, dan sakit kepala.
Pengobatan sendiri :
Segera makan jika ada gejala-gejala serangan akan terjadi. Biasakan membawa permen. Minuman manis juga akan membuat anda lebih baik. Jika mengidap Diabetes, dan telah beberapa kali pingsan, konsultasikan dengan dokter anda.
4. Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama
Berdiri di panas terik dalam waktu yang lama bisa menyebabkan pingsan.
Pengobatan sendiri :
Segera pindahkan ke tempat yang sejuk, jika perlu dikompres agar panasnya turun.
Pertolongan Pertama Pada Pingsan
Jika suatu saat misalnya lagi Aksi, atau lagi upacara bendera (masih jaman yah?), tiba-tiba ngeliat ada yang pingsan, apa yang kita lakukan???
Minimal ada sesuatu yang bisa kita lakukan sebelum teriak-teriak manggil tim medis tentunya..
Apalagi kalo tim mediknya ikhwan, sementara yang pingsan akhwat.... (pengalaman pribadi neh!!!)
Oke, yang pertama dilakukan adalah :
1. Periksa jalannya nafas.
Apakah jalannya nafas ada yang menghalangi ( lidah yang terdorong ke belakang, ada obstruksi , dll).
Bagaimana pernafasannya. Apakah teratur? Atau tidak? Jika tidak teratur berarti memang harus diberi pertolongan dokter.
2. Pindahkan ke tempat yang lebih sejuk, tidak panas.
Hati-hati dalam memindahkan pasien. Jika ada cedera kepala/leher, maka proses pemindahan pasien bukan menjadi pilihan tindakan kita.
3. Baringkan pasien dengan kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala.
Pasien dibaringkan dengan posisi kaki sedikit lebih tinggi daripada kepala. Hal ini dimaksudkan agar aliran darah ke bagian kepala lebih lancar. Jika dalam aksi, bisa digunakan tas, dus minuman, dll untuk mengganjal posisi kaki. Kepala pasien juga diberi sesuatu yang berfungsi sbg bantal (almamater, tas).
4. Jangan mengerubungi pasien. Karena dapat menghalangi aliran udara.
5. Jika sudah sadar, dan nafas sudah teratur bisa diberikan permen, preparat glukosa, atau teh manis.
6. Amati keadaan umum pasien. Jika perlu tindakan pertolongan lebih, segera bawa ke dokter/ rumah sakit.
KASUS-KASUS KECELAKAAN ATAU GANGGUAN DALAM KEGIATAN ALAM TERBUKA
Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya:
a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
Gejala
• Perasaan limbung
• Pandangan berkunang-kunang
• Telinga berdenging
• Nafas tidak teratur
• Muka pucat
• Biji mata melebar
• Lemas
• Keringat dingin
• Menguap berlebihan
• Tak respon (beberapa menit)
• Denyut nadi lambat
Penanganan
1. Baringkan korban dalam posisi terlentang
2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
4. Beri udara segar
5. Periksa kemungkinan cedera lain
6. Selimuti korban
7. Korban diistirahatkan beberapa saat
8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan
b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
Gejala dan tanda dehidrasi
Dehidrasi ringan
• Defisit cairan 5% dari berat badan
• Penderita merasa haus
• Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang
• Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
• Nadi lebih dari 90x/menit
• Nadi lemah
• Sangat haus
Dehidrasi berat
• Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
• Hipotensi
• Mata cekung
• Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
• Kejang-kejang
Penanganan
•
1. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
2. mengganti elektrolit yang lemah
3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
4. Memberantas penyebabnya
5. Rutinlah minum jangan tunggu haus
c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala
• Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
• Terdengar suara nafas tambahan
• Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
• Irama nafas tidak teratur
• Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
• Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk
3. Posisikan ½ duduk
4. Atur nafas
5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala
• Kepala terasa nyeri/berdenyut
• Kehilangan keseimbangan tubuh
• Lemas
Penanganan
1. Istirahatkan korban
2. Beri minuman hangat
3. beri obat bila perlu
4. Tangani sesuai penyebab
e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala
• Perut terasa nyeri/mual
• Berkeringat dingin
• Lemas
Penanganan
1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
3. Jangan beri makan terlalu cepat
f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
Gejala
• Nyeri di dada
• Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
• Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
• Denyut nadi tak teraba/lemah
• Gangguan nafas
• Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
• Kepala terasa ringan
• Lemas
• Kulit berubah pucat/kebiruan
• Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Istirahatkan
3. Posisi ½ duduk
4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala
• Seolah-olah hilang kesadaran
• Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
• Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Pisahkan dari keramaian
3. Letakkan di tempat yang tenang
4. Awasi
g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Gejala
• Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
• Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
• Kadang disertai pusing
Penanganan
1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
2. Tenangkan korban
3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
4. Diminta bernafas lewat mulut
5. Bersihkan hidung luar dari darah
6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
Gejala
• Nyeri pada otot
• Kadang disertai bengkak
Penanganan
1. Istirahatkan
2. Posisi nyaman
3. Relaksasi
4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi
i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
Gejala
• Warna kebiruan/merah pada kulit
• Nyeri jika di tekan
• Kadang disertai bengkak
Penanganan
1. Kompres dingin
2. Balut tekan
3. Tinggikan bagian luka
J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
Gejala
• Bengkak
• Nyeri bila tekan
• Kebiruan/merah pada derah luka
• Sendi terkunci
• Ada perubahan bentuk pada sendi
Penanganan
1. Korban diposisikan nyaman
2. Kompres es/dingin
3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
4. Tinggikan bagian tubuh yang luka
k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
Gejala
• Terbukanya kulit
• Pendarahan
• Rasa nyeri
Penanganan
1. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
2. Tutup luka dengan kasa steril/plester
3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:
o Keluarkan tanpa menyinggung luka
o Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
o Evakuasi korban ke pusat kesehatan
2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.
l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara
1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll
1. Fisika:
• Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan
• Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi
1. Kimia: Obat-obatan
2. Biokimia: vitamin K
3. Elektrik: diahermik
m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
Gejala
• Perubahan bentuk
• Nyeri bila ditekan dan kaku
• Bengkak
• Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
• Ada memar (jika tertutup)
• Terjadi pendarahan (jika terbuka)
Jenisnya
• Terbuka (terlihat jaringan luka)
• Tertutup
Penanganan
1. Tenangkan korban jika sadar
Untuk patah tulang tertutup
1.
1. Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bias digerakan/diangkat)
Sensasi (respon nyeri)
Sirkulasi (peredaran darah)
1.
1. Ukur bidai disisi yang sehat
2. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
3. Pasang bantalan didaerah patah tulang
4. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
5. Ikat bidai
6. Periksa GSS
Untuk patah tulang terbuka
1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
3.Ikat dengan ikatan V
4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
•
1.
Tujuan Pembidaian
1.
1.
1. Mencegah pergeseran tulang yang patah
2. memberikan istirahat pada anggota badan yang patah
3. mengurangi rasa sakit
4. Mempercepat penyembuhan
n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)
Penanganan
1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
2. Perhatikan keadaan umum penderita
3. Pendinginan
• Membuka pakaian penderita/korban
• Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air
1. Mencegah infeksi
o Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka
o Penderita dikerudungi kain putih
o Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll
2. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama
3. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
4. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
5. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.
o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin
Gejala
• Menggigil/gemetar
• Perasaan melayang
• Nafas cepat, nadi lambat
• Pandangan terganggu
• Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat
Penanganan
1. Bawa korban ketempat hangat
2. Jaga jalan nafas tetap lancar
3. Beri minuman hangat dan selimut
4. Jaga agar tetap sadar
5. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih kedinginan)
p. Keracunan makanan atau minuman
Gejala
• Mual, muntah
• Keringat dingin
• Wajah pucat/kebiruan
Penanganan
1. Bawa ke tempat teduh dan segar
2. Korban diminta muntah
3. Diberi norit
4. Istirahatkan
5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik
q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.
Pertolongan Pertamanya adalah:
• Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
• Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
Ada beberapa jenis binatang yang sering menimbulkan ganguan saat melakukan kegiatan di alam terbuka, diantaranya:
1. Gigitan Ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:
•
1. Hematotoksin (keracunan dalam)
2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati.
Penanganan untuk Pertolongan Pertama:
1. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
2. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
3. Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan
o Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
o Letakkan daerah gigitan dari tubuh
o Berikan kompres es
o Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
4. Perawatan luka
o Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
o Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).
5. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
6. Perbaikan sirkulasi darah
o Kopi pahit pekat
o Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
o Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
7. Obat-obatan lain
o Ats
o Toksoid tetanus 1 ml
o Antibiotic misalnya: PS 4:1
2. Gigitan Lipan
Ciri-ciri
1. Ada sepasang luka bekas gigitan
2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
Penanganan
1. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik
3. Gigitan Lintah dan Pacet
Ciri-ciri
1. Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
Penanganan
1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.
Perhatian:
• Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping
• Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
V. EVAKUASI KORBAN
Adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Prinsip Evakuasi
1.
1. Dilakukan jika mutlak perlu
2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian
Alat Pengangutan
Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:
1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.
Bila satu orang maka penderita dapat:
• Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
• Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
• Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas
• Dipanggul/digendong
• Merayap posisi miring
Bila dua orang maka penderita dapat:
Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.
• Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan
• Model membawa balok
• Model membawa kereta
2. Alat bantu
• Tandu permanen
• Tandu darurat
• Kain keras/ponco/jaket lengan panjang
• Tali/webbing
Persiapan
Yang perlu diperhatikan:
1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian
2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
4. Memilih alat
5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar
VI. FARMAKOLOGI
Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.
NO Nama Obat Kegunaan
1 CTM Alergi, obat tidur
2 Betadine Antiseptik
3 Povidone Iodine Antiseptik
4 Neo Napacyne Asma, sesak nafas
5 Asma soho Asma,sesak nafas
6 Konidin Batuk
7 Oralit Dehidrasi
8 Entrostop Diare
9 Demacolin Flu, batuk
10 Norit Keracunan
11 Antasida doen Maag
12 Gestamag Maag
13 Kina Malaria
14 Oxycan Memberi tambahan oksigen murni
15 Damaben Mual
16 Feminax Nyeri haid
17 Spasmal Nyeri haid
18 Counterpain Pegal linu
19 Alkohol 70% Pembersih luka/antiseptic
20 Rivanol Pembersih luka/antiseptic
21 Chloroetil (obat semprot luar) Pengurang rasa sakit
22 Pendix Pengurang rasa sakit
23 Antalgin Pengurang rasa sakit, pusing
24 Paracetamol Penurun panas
25 Papaverin Sakit perut
26 Vitamin C Sariawan
27 Dexametason Sesak nafas
Sumber : Materi Latihan PP Ospek. KSR PMI Unit UNSOED Purwokerto.2006
VII. PENUTUP
Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar, cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan) pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.
Pertolongan Pertama Saat Napas Bayi Terhenti
Tidak ada peluang selamat jika bantuan hidup dasar terlambat lebih dari sepuluh menit.
Sabtu, 20 Februari 2010, 15:53 WIB
Eka Puspasari
a. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
Gejala
• Perasaan limbung
• Pandangan berkunang-kunang
• Telinga berdenging
• Nafas tidak teratur
• Muka pucat
• Biji mata melebar
• Lemas
• Keringat dingin
• Menguap berlebihan
• Tak respon (beberapa menit)
• Denyut nadi lambat
Penanganan
1. Baringkan korban dalam posisi terlentang
2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
4. Beri udara segar
5. Periksa kemungkinan cedera lain
6. Selimuti korban
7. Korban diistirahatkan beberapa saat
8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi kesehatan
b. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
Gejala dan tanda dehidrasi
Dehidrasi ringan
• Defisit cairan 5% dari berat badan
• Penderita merasa haus
• Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang
• Defisit cairan antara 5-10% dari berat badan
• Nadi lebih dari 90x/menit
• Nadi lemah
• Sangat haus
Dehidrasi berat
• Defisit cairan lebih dari 10% dari berat badan
• Hipotensi
• Mata cekung
• Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
• Kejang-kejang
Penanganan
•
1. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
2. mengganti elektrolit yang lemah
3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
4. Memberantas penyebabnya
5. Rutinlah minum jangan tunggu haus
c. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala
• Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
• Terdengar suara nafas tambahan
• Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
• Irama nafas tidak teratur
• Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
• Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Bawa ketempat yang luas dan sejuk
3. Posisikan ½ duduk
4. Atur nafas
5. Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
d. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala
• Kepala terasa nyeri/berdenyut
• Kehilangan keseimbangan tubuh
• Lemas
Penanganan
1. Istirahatkan korban
2. Beri minuman hangat
3. beri obat bila perlu
4. Tangani sesuai penyebab
e. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala
• Perut terasa nyeri/mual
• Berkeringat dingin
• Lemas
Penanganan
1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
2. Beri minuman hangat (teh/kopi)
3. Jangan beri makan terlalu cepat
f. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
Gejala
• Nyeri di dada
• Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
• Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
• Denyut nadi tak teraba/lemah
• Gangguan nafas
• Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
• Kepala terasa ringan
• Lemas
• Kulit berubah pucat/kebiruan
• Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Istirahatkan
3. Posisi ½ duduk
4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
f. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala
• Seolah-olah hilang kesadaran
• Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
• Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Pisahkan dari keramaian
3. Letakkan di tempat yang tenang
4. Awasi
g. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Gejala
• Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
• Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
• Kadang disertai pusing
Penanganan
1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
2. Tenangkan korban
3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
4. Diminta bernafas lewat mulut
5. Bersihkan hidung luar dari darah
6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
h. Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
Gejala
• Nyeri pada otot
• Kadang disertai bengkak
Penanganan
1. Istirahatkan
2. Posisi nyaman
3. Relaksasi
4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi
i. Memar yaitu pendarahan yang terdi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
Gejala
• Warna kebiruan/merah pada kulit
• Nyeri jika di tekan
• Kadang disertai bengkak
Penanganan
1. Kompres dingin
2. Balut tekan
3. Tinggikan bagian luka
J. Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
Gejala
• Bengkak
• Nyeri bila tekan
• Kebiruan/merah pada derah luka
• Sendi terkunci
• Ada perubahan bentuk pada sendi
Penanganan
1. Korban diposisikan nyaman
2. Kompres es/dingin
3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
4. Tinggikan bagian tubuh yang luka
k. Luka yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.
Gejala
• Terbukanya kulit
• Pendarahan
• Rasa nyeri
Penanganan
1. Bersihkan luka dengan antiseptic (alcohol/boorwater)
2. Tutup luka dengan kasa steril/plester
3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:
1. Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada:
o Keluarkan tanpa menyinggung luka
o Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)
o Evakuasi korban ke pusat kesehatan
2. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.
l. Pendarahan yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara
1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll
1. Fisika:
• Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan
• Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi
1. Kimia: Obat-obatan
2. Biokimia: vitamin K
3. Elektrik: diahermik
m. Patah Tulang/fraktur yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun sebagian
Gejala
• Perubahan bentuk
• Nyeri bila ditekan dan kaku
• Bengkak
• Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
• Ada memar (jika tertutup)
• Terjadi pendarahan (jika terbuka)
Jenisnya
• Terbuka (terlihat jaringan luka)
• Tertutup
Penanganan
1. Tenangkan korban jika sadar
Untuk patah tulang tertutup
1.
1. Periksa Gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bias digerakan/diangkat)
Sensasi (respon nyeri)
Sirkulasi (peredaran darah)
1.
1. Ukur bidai disisi yang sehat
2. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh bawah
3. Pasang bantalan didaerah patah tulang
4. Pasang bidai meliputi 2 sendi disamping luka
5. Ikat bidai
6. Periksa GSS
Untuk patah tulang terbuka
1.Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
2.Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
3.Ikat dengan ikatan V
4.Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup
•
1.
Tujuan Pembidaian
1.
1.
1. Mencegah pergeseran tulang yang patah
2. memberikan istirahat pada anggota badan yang patah
3. mengurangi rasa sakit
4. Mempercepat penyembuhan
n. Luka Bakar yaitu luka yangterjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)
Penanganan
1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
2. Perhatikan keadaan umum penderita
3. Pendinginan
• Membuka pakaian penderita/korban
• Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air
1. Mencegah infeksi
o Luka ditutup dengan perban atau kain bersih kering yang tak dapat melekat pada luka
o Penderita dikerudungi kain putih
o Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap dll
2. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama
3. Bila luka bakar luas penderita diKuasakan
4. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila tidak memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24-48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
5. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.
o. Hipotermia yaitu suhu tubuh menurun karena lingkungan yang dingin
Gejala
• Menggigil/gemetar
• Perasaan melayang
• Nafas cepat, nadi lambat
• Pandangan terganggu
• Reaksi manik mata terhadap rangsangan cahaya lambat
Penanganan
1. Bawa korban ketempat hangat
2. Jaga jalan nafas tetap lancar
3. Beri minuman hangat dan selimut
4. Jaga agar tetap sadar
5. Setelah keluar dari ruangan, diminta banyak bergerak (jika masih kedinginan)
p. Keracunan makanan atau minuman
Gejala
• Mual, muntah
• Keringat dingin
• Wajah pucat/kebiruan
Penanganan
1. Bawa ke tempat teduh dan segar
2. Korban diminta muntah
3. Diberi norit
4. Istirahatkan
5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik
q. Gigitan binatang gigitan binatang dan sengatan, biasanya merupakan alat dari binatang tersebut untuk mempertahankan diri dari lingkungan atau sesuatu yang mengancam keselamatan jiwanya. Gigitan binatang terbagi menjadi dua jenis; yang berbisa (beracun) dan yang tidak memiliki bisa. Pada umumnya resiko infeksi pada gigitan binatang lebih besar daripada luka biasa.
Pertolongan Pertamanya adalah:
• Cucilah bagian yang tergigit dengan air hangat dengan sedikit antiseptik
• Bila pendarahan, segera dirawat dan kemudian dibalut
Ada beberapa jenis binatang yang sering menimbulkan ganguan saat melakukan kegiatan di alam terbuka, diantaranya:
1. Gigitan Ular
Tidak semua ular berbisa, akan tetapi hidup penderita/korban tergantung pada ketepatan diagnosa, maka pad keadaan yang meragukan ambillah sikap menganggap ular tersebut berbisa. Sifat bisa/racun ular terbagi menjadi 3, yaitu:
•
1. Hematotoksin (keracunan dalam)
2. Neurotoksin (bisa/racun menyerang sistem saraf)
3. Histaminik (bisa menyebabkan alergi pada korban)
Nyeri yang sangat dan pembengkakan dapat timbul pada gigitan, penderita dapat pingsan, sukar bernafas dan mungkin disertai muntah. Sikap penolong yaitu menenangkan penderita adalah sangat penting karena rata-rata penderita biasanya takut mati.
Penanganan untuk Pertolongan Pertama:
1. Telentangkan atau baringkan penderita dengan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung.
2. Tenangkan penderita, agar penjalaran bisa ular tidak semakin cepat
3. Cegah penyebaran bias penderita dari daerah gigitan
o Torniquet di bagian proximal daerah gigitan pembengkakan untuk membendung sebagian aliran limfa dan vena, tetapi tidak menghalangi aliran arteri. Torniquet / toniket dikendorkan setiap 15 menit selama + 30 detik
o Letakkan daerah gigitan dari tubuh
o Berikan kompres es
o Usahakan penderita setenang mungkin bila perlu diberikan petidine 50 mg/im untuk menghilangkan rasa nyeri
4. Perawatan luka
o Hindari kontak luka dengan larutan asam Kmn 04, yodium atau benda panas
o Zat anestetik disuntikkan sekitar luka jangan kedalam lukanya, bila perlu pengeluaran ini dibantu dengan pengisapan melalui breastpump sprit atau dengan isapan mulut sebab bisa ular tidak berbahaya bila ditelan (selama tidak ada luka di mulut).
5. Bila memungkinkan, berikan suntikan anti bisa (antifenin)
6. Perbaikan sirkulasi darah
o Kopi pahit pekat
o Kafein nabenzoat 0,5 gr im/iv
o Bila perlu diberikan pula vasakonstriktor
7. Obat-obatan lain
o Ats
o Toksoid tetanus 1 ml
o Antibiotic misalnya: PS 4:1
2. Gigitan Lipan
Ciri-ciri
1. Ada sepasang luka bekas gigitan
2. Sekitar luka bengkak, rasa terbakar, pegal dan sakit biasanya hilang dengan sendirinya setelah 4-5 jam
Penanganan
1. Kompres dengan yang dingin dan cuci dengan obat antiseptik
2. Beri obat pelawan rasa sakit, bila gelisah bawa ke paramedik
3. Gigitan Lintah dan Pacet
Ciri-ciri
1. Pembengkakan, gatal dan kemerah-merahan (lintah)
Penanganan
1. Lepaskan lintah/pacet dengan bantuan air tembakau/air garam
2. Bila ada tanda-tanda reaksi kepekaan, gosok dengan obat atau salep anti gatal
4. Sengatan Lebah/Tawon dan Hewan Penyengat lainnya
Biasanya sengatan ini kurang berbahaya walaupun bengkak, memerah, dan gatal. Namun beberapa sengatan pada waktu yang sama dapat memasukkan racun dalam tubuh korban yang sangat menyakiti.
Perhatian:
• Dalam hal sengatan lebah, pertama cabutlah sengat-sengat itu tapi jangan menggunakan kuku atau pinset, Anda justru akan lebih banyak memasukkan racun kedalam tubuh. Cobalah mengorek sengat itu dengan mata pisau bersih atau dengan mendorongnya ke arah samping
• Balutlah bagian yang tersengat dan basahi dengan larutan garam inggris.
V. EVAKUASI KORBAN
Adalah salah satu tahapan dalam Pertolongan Pertama yaitu untuk memindahkan korban ke lingkungan yng aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.
Prinsip Evakuasi
1.
1. Dilakukan jika mutlak perlu
2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
3. Penolong harus memiliki kondisi fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian
Alat Pengangutan
Dalam melaksanakan proses evakusi korban ada beberapa cara atau alat bantu, namun hal tersebut sangat tergantung pada kondisi yang dihadapi (medan, kondisi korban ketersediaan alat). Ada dua macam alat pengangkutan, yaitu:
1. Manusia
Manusia sebagai pengangkutnya langsung. Peranan dan jumlah pengangkut mempengaruhi cara angkut yang dilaksanakan.
Bila satu orang maka penderita dapat:
• Dipondong : untuk korban ringan dan anak-anak
• Digendong : untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah tulang
• Dipapah : untuk korban tanpa luka di bahu atas
• Dipanggul/digendong
• Merayap posisi miring
Bila dua orang maka penderita dapat:
Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan bila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau tulang punggung.
• Dipondong : tangan lepas dan tangan berpegangan
• Model membawa balok
• Model membawa kereta
2. Alat bantu
• Tandu permanen
• Tandu darurat
• Kain keras/ponco/jaket lengan panjang
• Tali/webbing
Persiapan
Yang perlu diperhatikan:
1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian kondisi dari: keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang dan gangguan persendian
2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasien selama proses evakuasi
3. Menentukan lintasan evakusi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
4. Memilih alat
5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tuhuh yang berjuntai atau badan penderita yang tidak daolam posisi benar
VI. FARMAKOLOGI
Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka.
NO Nama Obat Kegunaan
1 CTM Alergi, obat tidur
2 Betadine Antiseptik
3 Povidone Iodine Antiseptik
4 Neo Napacyne Asma, sesak nafas
5 Asma soho Asma,sesak nafas
6 Konidin Batuk
7 Oralit Dehidrasi
8 Entrostop Diare
9 Demacolin Flu, batuk
10 Norit Keracunan
11 Antasida doen Maag
12 Gestamag Maag
13 Kina Malaria
14 Oxycan Memberi tambahan oksigen murni
15 Damaben Mual
16 Feminax Nyeri haid
17 Spasmal Nyeri haid
18 Counterpain Pegal linu
19 Alkohol 70% Pembersih luka/antiseptic
20 Rivanol Pembersih luka/antiseptic
21 Chloroetil (obat semprot luar) Pengurang rasa sakit
22 Pendix Pengurang rasa sakit
23 Antalgin Pengurang rasa sakit, pusing
24 Paracetamol Penurun panas
25 Papaverin Sakit perut
26 Vitamin C Sariawan
27 Dexametason Sesak nafas
Sumber : Materi Latihan PP Ospek. KSR PMI Unit UNSOED Purwokerto.2006
VII. PENUTUP
Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar, cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum si korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan) pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.
Pertolongan Pertama Saat Napas Bayi Terhenti
Tidak ada peluang selamat jika bantuan hidup dasar terlambat lebih dari sepuluh menit.
Sabtu, 20 Februari 2010, 15:53 WIB
Eka Puspasari
Langganan:
Postingan (Atom)