Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!

Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!
Kobarkan Semangat Berlatih WUJUDKAN UNTUK BERKARYA...BERBAKTI...DAN BERPRESTASI

Senin, 12 Agustus 2013

Sistem Pernapasan

Tujuan utama dari sistem pernapasan adalah memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen. Anatomi dari sistem pernapasan terdiri dari: 1. Hidung dan mulut 2. Saluran napas (pharing, laring, Trachea) 3. Paru -paru (bronchus, bronchiolus, alveolus) 4. Otot-otot pernapasan (diaphragma dan otot dada) Bagaimana fisiologi kita bernapas ? Awalnya otot pernapasan akan berkontraksi. Diaphragma akan turun ke bawah, dan otot dada mengembangkan sangkar dada. Karena tekanan negatif didalam sangkar dada, maka paru-paru pun ikut mengembang sehingga udara terhisap masuk ke dalam paru-paru. Sampai di alveolus oksigen yang kita hirup akan mengalami pertukaran dengan carbon dioksida sebagai hasil dari metabolisme. Namun tidak semua oksigen akan diserap tubuh. Dari setiap udara yang kita hirup hanya sekitar 4% yang diserap tubuh, sisanya yang 16% akan dikeluarkan melalui hembusan napas (catatan : Kadar oksigen dalam udara bebas hanya 20% ). Sehingga hembusan napas kita masih cukup oksigen untuk melakukan bantuan napas. Pernapasan di kontrol oleh pusat kontrol pernapasan yang ada di batang otak.

Prinsip Pertolongan Pertama Gangguan Pernapasan

Tujuan utama dari penanganan gangguan pernapasan adalah Mempermudah penderita untuk bernapas dengan bebas. Oleh sebab itu, ada beberapa prinsip dari penanganan gangguan pernapasan antara lain : Posisikan dada lebih tinggi dari perut Tujuannya adalah agar organ dalam yang berada dibawah otot diaphragma sedikit turun mengikuti arah gravitasi. Hal ini membuat diaphragma bebas bergerak turun sehingga pernapasan menjadi lebih mudah. Posisinya adalah duduk atau setengah duduk, dengan atau tanpa sandaran. Posisi ini jangan dilakukan apabila : ◾dicurigai terdapat cidera leher atau tulang belakang ◾dicurigai terdapat patah tulang panggul atau patah tulang tungkai atas (paha) yang mendekati panggul. ◾penderita tidak sadar Posisi yang lain adalah dengan sedikit meninggikan tandu pada bagian kepala. Namun harus hati-hati, jangan terlalu tinggi dan pastikan penderita terfiksasi dengan baik. Jangan terlalu banyak mengajak bicara Kadang kita mengajak bicara penderita untuk menenangkan penderita atau berusaha mengalihkan perhatian dari sakitnya. Namun pada kasus gangguan pernapasan, kita harus sedikit mungkin bertanya pada penderita karena bernapas saja sudah sulit, apa lagi bicara.

Posisi Pemulihan

Bahaya yang mengancam pada penderita yang tidak sadar adalah tersumbatnya jalan napas akibat lidah menutupi jalan napas. Jika anda memiliki dan terlatih dalam menggunakan oropharyngeal airway (sering disebut guedel), maka pemasangan alat ini akan sangat membantu mempertahankan jalan napas tetap terbuka. Namun jika anda tidak memiliki atau tidak terlatih dalam menggunakan alat tersebut, maka posisi pemulihan adalah yang paling tepat untuk anda lakukan. Dalam posisi pemulihan ini badan penderita miring sehingga sering disebut posisi miring stabil. Fungsi posisi pemulihan ◾Mencegah lidah menutupi saluran napas ◾Mengalirkan cairan yang ada di mulut sehingga mencegah penderita menghisap muntahan ke dalam saluran napas. ◾Mempertahankan jalan napas tetap terbuka jika harus meninggalkan penderita untuk mencari bantuan. Teknik posisi pemulihan Berlutut di sisi penderita, pastikan cidera sudah diatasi. Tekuk lutut dan raih bahu penderita sisi yang jauh dari penolong pemulihan2 Miringkan secara perlahan tubuh penderita ke arah penolong dan tahan tubuh korban dengan paha penolong pemulihan3 Letakkan tangan yang jauh sebagai pengganjal kepala untuk menjaga terbukanya jalan napas. Lutut yang ditekuk sebagain pengganjal agar tubuh tetap dalam posisi miring. pemulihan4 Posisi pemulihan bisa dimodifikasi menyesuaikan dengan cidera yang ada. yang jelas prinsip utamanya adalah mempertahankan jalan napas tetap terbuka. - See more at: http://pertolonganpertama.com/2012/10/24/posisi-pemulihan/#more-100

Penilaian Kondisi Korban

Hal yang paling sulit dalam melakukan pertolongan pertama sebenarnya bukan pada pertolongannya namun lebih pada kemampuan kita untuk mendiagnosa masalah yang terjadi pada pasien. Sering kali begitu menghadapi pasien, penolong terpaku tidak tahu harus melakukan apa. Sehingga bagaimana mau menolong kalau tidak tahu sakitnya apa. Dokter yang baik adalah dokter yang mampu mendiagnosa penyakit dengan benar. Begitu juga untuk pelaku pertolongan pertama. Pelaku pertolongan yang baik adalah yang mampu mendiagnosa dengan tepat kondisi yang terjadi pada pasien. Lalu apa yang harus dilakukan saat menemukan pasien ? Ada dua langkah pemeriksaan yaitu Pemeriksaan Primer (awal) dan Pemeriksaan Sekunder (lanjutan) PEMERIKSAAN PRIMER Inti dari Pemeriksaan Primer adalah mengetahui apakah pasien BERNAPAS ATAU TIDAK. Maka langkah-langkahnya adalah : D : Danger/bahaya : Perhatikan apakah kondisi lingkungan memungkinkan untuk mendekati pasien dan melakukan pertolongan ? R : Response : Panggil dan sentuhlah pasien untuk mengetahui apakah pasien sadar atau tidak. Jika sadar maka langsung saja tanyakan apa yang terjadi dan ada bagian yang sakit atau tidak. s : Shout for help : Jangan lupa untuk meminta bantuan dari orang sekitar termasuk membantu memanggil bantuan medis A : open Airway : Bukalah jalan pernapasan dengan teknik membuka jalan napas. Bisa dilakukan dengan teknik angkat dagu tekan dahi. Pada orang yang tidak sadar, lidah pasien dapat menyumbat jalan pernapasan. Permeriksaan napas tampa membuka jalan pernapasan dapat mengakibatkan salah penilaian (negatif palsu) B : check Breathing : Periksa apakah pasien bernapas atau tidak. lakukan pemeriksaan selama 10 detik. Jika pasien bernapas maka lanjutkan dengan Pemeriksaan Sekunder. Jika pasien tidak bernapas atau bernapas agonal maka lanjutkan dengan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) PEMERIKSAAN SEKUNDER Pemeriksaan sekunder dilakukan jika pasien bernapas. PERIKSA TANDA VITAL : Pernapasan : apakah bersuara (ngorok, mengi) ? apakah terlihat sulit bernapas ? cepat, lambat atau normal ? Sirkulasi darah : periksa denyutan nadi, dpat dilakukan di nadi leher (arteri carotis) atau di nadi pergelangan tangan (arteri radialis). apakah kuat/lemah ? teratur atau tidak ? cepat/lambat ? Suhu tubuh : menggunakan thermometer jika ada. Jika tidak ada dapat dibandingkan dengan suhu penolong (suhu normal 26,8 – 27,4 c ) Tekanan darah : Jika terdapat tensimeter dan terlatih menggunakannya PERIKSA DARI KEPALA SAMPAI KAKI Pada pemeriksaan ini, pada prinsipnya yang perlu diperhatikan adalah adakah tanda-tanda perdarahan, luka, memar, bengkak, perubahan bentuk, nyeri dan lainya. Dan ada juga tanda-tanda khusus untuk beberapa bagian tubuh . Mata : perhatikan pupil mata kiri dan kanan apakah sama, dapat mengindikasikan kerusakan otak. Apakah sekitar mata ada racoon sign, mengindikasikan adanya patah tulang dasar tengkorak Mulut : adakah perdarahan, bau khusus, warna bibir bawah bagian dalam ? Telinga : adakah keluar cairan bening bercampur darah ? Dada : Saat menghirup napas apakah dada ikut mengembang dan ketinggian dada kanan dan kiri sama ? Perut : lakukan penekanan apakah perut terasa lembut atau keras ? Alat gerak atas dan bawah : adakah kelainan bentuk ? apakah teraba nadi di ujung (distal) alat gerak.

Minggu, 11 Agustus 2013

Penyakit Darah Rendah (Hipotensi)

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal, yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Telah dijelaskan pada artikel sebelumnya (Penyakit darah tinggi) bahwa nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Namun demikian, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah (tensi) berkisar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi itu terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan (abnormal) maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.  Tanda dan Gejala Tekanan Darah Rendah Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap, penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa cepat lelah tak bertenaga, bahkan mengalami pingsan yang berulang. Pada pemeriksaan secara umum detak/denyut nadi teraba lemah, penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh.  Penyebab Penyakit Darah Rendah Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa terjadinya penurunan tensi darah, hal ini dapat dikategorikan sebagai berikut: - Kurangnya pemompaan darah dari jantung. Semakin banyak darah yang dipompa dari jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung), semakin tinggi tekanan darah. Seseorang yang memiliki kelainan/penyakit jantung yang mengakibatkan irama jantung abnormal, kerusakan atau kelainan fungsi otot jantung, penyakit katup jantung maka berdampak pada berkurangnya pemompaan darah (curah jantung) keseluruh organ tubuh. - Volume (jumlah) darah berkurang. Hal ini dapat disebabkan oleh perdarahan yang hebat (luka sobek,haid berlebihan/abnormal), diare yang tak cepat teratasi, keringat berlebihan, buang air kecil atau berkemih berlebihan. - Kapasitas pembuluh darah. Pelebaran pembuluh darah (dilatasi) menyebabkan menurunnya tekanan darah, hal ini biasanya sebagai dampak dari syok septik, pemaparan oleh panas, diare, obat-obat vasodilator (nitrat, penghambat kalsium, penghambat ACE).  Penanganan dan Pengobatan Darah Rendah Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tekanan darah renda (hipotensi), diantaranya : - Minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, sesekali minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat - Mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam - Berolah raga teratur seperti berjalan pagi selama 30 menit, minimal 3x seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala - Pada wanita dianjurkan untuk mengenakan stocking yang elastis - Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi yang dirasakan benar-benar mengganggu aktivitas keseharian, selain itu dokter hanya akan memberikan vitamin (suport/placebo) serta beberapa saran yang dapat dilakukan bagi penderita. Mengenai image masyarakat yang sebagian besar berpikir bahwa dengan mengkonsumsi daging kambing bagi penderita hipotensi dapat meningkatkan tensi darah sebenarnya belum jelas, Namun dibenarkan kalau hal itu akan meningkatkan kandungan haemoglobin (Hb) dalam darah. Sekali lagi harus dipahami bahwa tekanan darah rendah artinya suplai darah tidak maksimal keseluruh bagian tubuh. Haemoglobin (Hb) rendah adalah berarti bahwa kandungan Hb sebagai zat pengikat oxygen dalam darah memiliki kadar rendah yang akibatnya penderita bisa pucat (anemia), pusing (oxygen yang di angkut/suplai darah ke otak kurang), merasa cepat lelah dan sebagainya. Dalam kasus Hipotensi yang benar-benar diperlukan pemberian obat, biasanya ada beberapa jenis obat yang biasa dipakai seperti fludrocortisone, midodrine, pyridostigmine, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), caffeine dan erythropoietin.

DAPUR UMUM PMI

Pengertian Dapur Umum Dapur Umum adalah Dapur Umum Lapangan yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia untuk menyediakan atau menyiapkan makanan dan dapat didistribusikan kepada korban bencana dalam waktu cepat dan tepat Penyelenggaraan Dapur Umum dilakukan apabila tidak memungkinkan bantuan mentah untuk korban bencana. Penyelenggaraan Dapur Umum untuk melayani kebutuhan makan para penderita / korban bencana bukan monopoli organisasi PMI, namun dapat diselenggarakan oleh siapa saja dan dapat menyelenggarakannya Penyelenggaraan Dapur Umum yang diselenggarakan oleh PMI Cabang menjadi tanggungjawab Pengurus PMI Cabang, yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh regu yang ditugaskan oleh Pengurus Cabang. Regu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban yang harus dilayani. Pembagian Tim Pengelola ( Regu – Kelompok – Sektor ) dalam pelaksanaan Dapur Umum yang disesuaikan dengan kebutuhaan dan jumlah sasaran penerima bantuan yang harus dilayani : ◙ Regu : Satu regu yang menangani 1 unit dapur umum dengan kapasitas maksimal melayani 500 orang sekurang-kurangnya terdiri dari : 1. 1 orang Ketua Regu 2. 1 orang Wakil Ketua Regu 3. 1 orang Penanggungjawab Tata Usaha 4. 1 orang Penanggungjawab Peralatan dan Perlengkapan 5. 1 orang Penanggungjawab Memasak 6. 1 orang Penanggungjawab Distribusi 7. Beberapa orang tenaga yang membantu terdiri dari unsur masyarakat di daerah bencana dan sekitarnya ◙ Kelompok : Bila diperlukan lebih dari satu regu Dapur Umum sekaligus, maka regu – regu tersebut diberi nomor urut dan dihimpun dalam kelompok. Kelompok dipimpin oleh Ketua Kelompok dan jika perlu dibantu oleh seorang pembantu umum ◙ Sektor : Apabila masyarakat yang dilayani cukup besar jumlahnya dan terpencar di daerah yang cukup luas, maka kelompok-kelompok Dapur Umum tersebut dapat dihimpun dalam satu wilayah kerja yang disebut sektor. Sektor tersebut dipimpin oleh Ketua dan seorang pembantu umum Pelaksanaan Dalam menentukan lokasi agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Letak Dapur Umum dekat dengan posko atau penampungan supaya mudah dicapai atau dikunjungi oleh korban 2. Kebersihan lingkungan cukup memadai 3. Aman dari bencana 4. Dekat dengan transportasi umum 5. Dekat dengan sumber air Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendistribusian : 1. Distribusi dilakukan dengan menggunakan kartu distribusi 2. Lokasi atau tempat pendistribusian yang aman dan mudah dicapai oleh korban 3. Waktu pendistribusian yang konsisten dan tepat waktu 4. Pengambilan jatah seyogyanya diambil oleh KK atau perwakilan yang sah 5. Pembagian makanan bisa menggunakan daun, piring, kertas, atau sesuai dengan pertimbangan aman, cepat, praktis, dan sehat Lama penyelenggaraan : 1. Diselenggarakan bila situasi untuk memberikan bahan mentah tidak mungkin 2. Lamanya 1 – 3 hari untuk seluruh korban bencana 3. Hari ke 4 – 7 pemberian dilakukan secara selektif 4. Setelah lebih dari 7 hari diupayakan bantuan berupa bahan mentah Kaitan Dapur Umum Dengan Standar Minimum Standar-standar minimum ketahanan pangan, gizi, dan bantuan pangan adalah suatu pernyataan praktis dari asas-asas dan hak-hak seperti yang terkandung dalam Piagam kemanusiaan.Setiap orang berhak atas pangan yang cukup, hak ini diakui dalam Instrumen Hukum Internasional dan termasuk hal untuk terbebas dari kelaparan. Aspek-aspek hak untuk mendapatkan kecukupan pangan tersebut di atas mencakup : ◙ Ketersediaan pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi individu, bebas dari bahan-bahan yanag merugikan, dan dapat diterima dalam suatu budaya tertentu. ◙ Pengan tersebut dapat dijangkau dengan cara berkesinambungan dan tidak mengganggu pemenuhan hak-hak asasi manusia lainnya Pentingnya ketahanan pangan dalam masa bencana : ◙ Ketahanan Pangan : Tercapai ketika semua orang dalam masa apapun mempunyai akses fisik dan ekonomis terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi untuk dapat hidup sehat ◙ Penghidupan : Terdiri dari kemampuan, harta benda, dan aktivitas yang diperlukan untuk sarana kehidupan yang terkait dengan pertahanan hidup dan kesejahteraan di masa mendatang ◙ Kekurangan Gizi : Mencakup satu cakupan berbagai kondisi termasuk kekurangan gizi akut, kekurangan gizi kronis, dan kekurangan vitamin dan mineral.

KEPEMIMPINAN

Dalam setiap kelompok, group atau organisasi, kepemimpinan merupakan salah satu factor yang penting. Kepemimpinan yang ada akan mempengaruhi kelompok di dalam mencapai tujuan. Cara seseorang memimpin dapat membawa kelompok atau organisasi tersebut ke arah keberhasilan atau ketidakberhasilandalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Beberapa pengertian dalam kepemimpinan : 1. Pemimpin adalah seorang yang dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk mengerahkan usaha bersama guna mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditentukan. 2. Ketua adalah seorang yang dituaikan dalam kelompok untuk mewakili dan bertanggungjawab atas kelompoknya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Kepala adalah seorang yang mengepalai suatu kelompok atau unit untuk memimpin kelompok/unit mencapai tujuan. 4. Kepemimpinan adalah proses menggerakkan dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka kepemimpinan berkaitan dengan : 1. Keterlibatan orang lain atau sekelompok orang dalam kegaitan mencapai tujuan. 2. Terdapat faktor tertentu yang ada pada pemimpin sehingga orang lain bersedia digerakkan atau dipengaruhi untuk mencapai tujuan. 3. Adanya usaha bersama serta pengerahan berbagai sumber daya, baik tenaga, dana, waktu dan lain sebagainya. Melihat pada hal – hal diatas, maka dapat dikatakan hakekat kepemimpinan adalah sebagai berikut : 1. Kepemimpinan adalah kepribadian seseorang yang menyebabkan sekelompok orang lain mencontoh atau mengikutinya. Kepemimpinan adalah kepribadian yang memancarkan pengaruh, wibawa sedemikian rupa sehingga sekelompok orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. 2. Kepemimpinan adalah seni, kesanggupan atau teknik untuk membuat sekelompok orang mengikuti atau mentaati apa yang dikehendaki, membuat mereka antusias atau bersemangat untuk mengikutinya, dan bahkan sanggup berkorban. 3. Kepemimpinan merupakan penyebab kegiatan, proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap sekelompok orang, baik dalam organisasi formal maupun informal. 4. Kepemimpinan adalah memprodusir dan memancarkan pengaruh terhadap sekelompok orang sehingga bersedia untuk mengubah pikiran, pandangan, sikap, kepercayaan dan sebagainya. Kepemimpinan di dalam organisasi formal merupakan suatu proses yang terus menerus, yang membuat semua anggota organisasi giat dan berusaha memahami dan mencapai tujuan – tujuan yang dikehendaki oleh pemimpin. 5. Kepemimpinan adalah suatu bentu persuasi, suatu seni membina sekelompok orang melalui ”human relation” dan motivasi yang tepat, sehingga tanpa rasa takut mereka mau bekerja sama, memahami dan mencapai tujuan organisasi. 6. Kepemimpinan adalah suatu sarana, alat atau instrument untuk membuat sekelompok orang mau bekerja sama, berdaya upaya, mentaai segala sesuatu untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Tugas pokok kepemimpinan yang berupa mengantarkan, mempelopori, memberi petunjuk, mendidik, membimbing dan lain sebagainya agar para bawahan mengikuti jejak pemimpin mencapai tujuan organisasi hanya dapat dilaksanakan secara baik, bila seorang pemimpin menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah : 1. Fungsi perencanaan ; seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan diri sendiri selaku penanggungjawab tercapainya tujuan organisasi. 2. Fungsi memandang ke depan ; seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu meneropong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap segala kemungkinan. 3. Fungsi pengembangan loyalitas ; pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga untuk para pemimpin tingkat rencdah dan menengah dalam organisasi. 4. Fungsi pengawasan ; pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemajuan pelaksanaan rencana. 5. Fungsi mengambil keputusan ; pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan. 6. Fungsi pemeliharaan ; fungsi ini mengupayakan kepuasan bathin bagi pemeliharaan dan pengembangan kelompok untuk kelangsungannya. Seorang pemimpin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajin bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi. Pemimpin juga perlu memberikan penghargaan, pujian, hadiah dan semacamnya kepada anak buah yang berprestasi, untuk menjalankan fungsi ini. 7. Fungsi menjalankan tugas ; pemimpin harus konsisten menjalankan tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Tipe kepemimpinan: • Kepemimpinan diktatoris ; Memimpin dengan cara menggertak, menguasai. • Kepemimpinan otokratis ; Pemusatan otoritas dan pengambilan keputusan pada pimpnan. • Kepemimpinan demokratis ; Berdasarkan pada desentralisasi kekuasaan dan pengambilan keputusan. • Kepemimpinan laisez-faire ; Membiarkan kelompoknya menetapkan tujuan dan keputusannya Tipe yang manakah kita? Apakah kita boleh memilih tipe kepemimpinan? Untuk mengembangkan atau memilih tipe kepemimpinan yang efektif, maka pahamilah bagaimana orang lain memandang gaya kepemimpinan kita sekarang. Bertanyalah pada orang-orang yang pernah bekerja sama dengan kita, bagaimana tindakan kita sebagai seorang pemimpin. Apakah kita dapat menjadi pemimpin yang baik? Setiap orang dapat menjadi pemimpin yang baik. Hanya diperlukan sedikit kegigihan untuk belajar. Yang pasti kita harus mempunyai rasa percaya diri dan memberikan komitmen untuk membuat perubahan untuk pengembangan organisasi. Tidak harus menunggu kita ditugaskan memimpin program yang besar. Bahkan projek atau kegiatan kecilpun dapat menjadi sarana untuk belajar menjadi pemimpin yang baik, misalnya ketika menjadi koordinator kegiatan bulanan pelayanan perawatan keluarga di panti jompo, memimpin rapat, menjadi pelatih, menjadi koordinator buletin PMI. KOMUNIKASI Komunikasi akan efektif jika informasi telah diserap dan dipahami oleh pendengar yang ditargetkan Siklus komunikasi Apakah seorang pemimpin perlu mendengarkan??? Mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara karena dengan mendengarkan, kita berkomunikasi dengan lengkap untuk mencapai pemahaman yang sama Tipe pendengar: • Apresiator ; Memperhatikan semua informasi dan berpikir mengenai butir yang dapat ditambahkan. Tipe ini sangat menikmati suasana interaktif, dan mungkin akan melewatkan hal penting jika mereka tidak benar-benar terlibat • Pemberi empati ; Mendengarkan semua hal, dan mencoba mengenali situasi yang pernah dialaminya, yang mendukung hal yang dikemukakan si pembicara. Tipe ini kadang tidak memahami isi komunikasi jika terlalu memperhatikan aspek lain dari komunikasi • Orang yang memahami (comprehender) ; Mengorganisasikan dan memahami pesan yang disampaikan dengan akal sehat. Suka menghubungkan antar pengalaman, serta berusaha menemukan dan memahami hubungan antar ide. Namun sering tidak menangkap semua pesan yang tidak diucapkan atau tersembunyi. • Orang yang membedakan (discerner) ; Menyerap semua informasi yang disampaikan. Ingin memperoleh informasi yang lengkap dan akurat, menetapkan pesan utama, dan memilah-milah apa yang dianggapnya rincian penting. Setiap potong informasi dengan seksama ditimbang dan diukur keakuratannya, keabsahan, dan isinya. Tipe ini akan kehilangan beberapa informasi penting jika semua informasi diproses. • Evaluator ; Ingin mengetahui seberapa besar kecocokan informasi yang diberikan dengan gambaran kegiatan secara keseluruhan. Sering meragukan motif pembicara, dan akan menerima atau menolak pesan berdasarkan keyakinan pribadi. Akan membuat keputusan berdasarkan informasi yang disediakan. Bagaimana relawan berkomunikasi??? • Satukan semua tipe pendengar untuk benar-benar menerima pesan yang utuh. • Berkomunikasilah disemua tingkatan. Berbicara dan dengarkan ide-ide: pengurus, staf, antar relawan, masyarakat, organsasi lain • Memandang sesuatu dari sudut pandang baru • Berwawasan luas • Antusias • Tidak pernah membicarakan diri sendiri • Sangat ingin tahu untuk kemajuan organisasi • Mempunyai selera humor • Mempunyai gaya bicara sendiri Menu motivasi:  Penguatan positif Memberikan hadiah atau pujian akan efektif jika diikatkan pada keberhasilan melaksanakan kegiatan  Bergabung dalam tantangan Memberi tantangan pada situasi baru dan berbeda akan menumbuhkan kreatifitas  Pemecahan masalah kreatif Memberi kesempatan pada tim untuk memecahkan masalah secara kreatif akan memotivasi anggota tim menyelesaikan masalah dengan rasa tanggung jawab  Pelatihan/pembimbingan Untuk membantu anggota tim menemukan kekuatan dan strategi yang mendukung tugas Tim yang sukses  Tentukan tujuan tim  Komitmen  Kepercayaan  Berikan waktu bagi tim untuk berkembang  Rasa memiliki tim dan kegiatan  Tentukan ketrampilan yang dimiliki dan dibutuhkan  Saling memberikan dukungan, pengakuan, penghargaan terhadap keberhasilan, tapi beri bimbingan dan belajar dari kegagalan Pertentangan kekuatan yang menimbulkan ketegangan disebut konflik. Terjadi ketika dua pihak atau lebih mencari tujuan, nilai yang saling bertentangan. Masing-masing pihak percaya bahwa apa yang diinginkannya tidak cocok dengan keinginan pihak lain. Terlalu sedikit konflik mungkin membuat kita berpuas diri. Tetapi, konflik yang terus-menerus akan merusak, mengganggu konsentrasi, dan menghambat kemajuan Konflik yang tidak perlu  Ketika individu mempunyai persepsi yang berbeda  Perasaan bermusuhan yang muncul secara tidak terduga  Perasaan negatif seperti gelisah, stress, atau marah  Komunikasi yang tidak jelas seperti salah pengertian, kurang informasi  Ketidaksepemahaman yang disebabkan oleh persepsi yang berbeda dan sikap seperti prasangka, menolak perubahan Konflik yang dapat diselesaikan Terjadi ketika sudut pandang dua individu didasarkan pada kebutuhan, sasaran, nilai-nilai, atau kepentingan yang berlawanann. Contohnya adalah ketika 2 orang relawan dari bidang yang berbeda (misal: distribusi bantuan dan pendataan) mempunyai pandangan yang berbeda mengenai sumber dari masalah. Masing-masing percaya bahwa pihak yang lain bertanggung jawab atas masalah tersebut. Resep mengatasi konflik Anjuran Pantangan  Tunjukkan simpati  Mengabaikan perasaan atau keprihatinan pihak lain  Hadapi masalah sejak awal  Memelihara pertentangan dalam diri sendiri  Komunikasikan secara jelas, mendengarkan aktif  Berhenti berdebat hanya untuk menghindari pertentangan lebih lanjut  Terbukalah terhadap saran  Meremehkan  Cobalah untuk melakukan kompromi  Menyetujui sesuatu yang belum lengkap informasinya  Tetap tidak memihak  Memberikan saran tanpa diminta  Tahan godaan untuk tidak berdebat  Bersikap defensif atau menyerang balik  Perlakukan orang lain dengan hormat Bukan pada jenis mana yang lebih baik, tetapi yang terpenting adalah mengenali gaya pengambilan keputusan yang diperlukan untuk setiap situasi. Beberapa pedoman untuk pengambilan keputusan: • Jika komitmen untuk melaksanakan keputusan itu adalah penting, maka lebih baik berkonsultasi dengan anggota tim sebelum mengambil keputusan • Ketika kreatifitas adalah hal penting untuk pemecahan masalah, maka lebih baik melibatkan orang-orang dari berbagai bidang keahlian, sehingga ide-ide kreatif dapat memberikan alternatif solusi yang bermanfaat • Secara umum, keputusan penting lebih baik diambil dengan pendekatan kelompok • Jika diperlukan keputusan strategis dan kebanyakan anggota kelompok tidak memahami garis besarnya, lebih baik menggunakan keputusan independen dari pemimpin. Ada baiknya mengumpulkan sedikit sudut pandang tetapi tidak mencari konsensus • Jika sebuah isu bersifat sangat politis dan sulit mencari sudut pandang yang netral dari anggota tim, pemimpin mungkin lebih baik mengambil keputusan sendiri • Ketika waktu sangat mendesak, biasanya lebih baik menggunakan keputusan sepihak. Jika diperlukan masukan dari orang lain, gunakan pengambilan keputusan partisipatif dengan batas waktu ketat, misal rapat 2 jam Peran relawan PMI dalam kepemimpinan Salah satu cara membangun kepemimpinan kita saat ini adalah menjadi sukarelawan. Ini adalah peluang yang baik sekali untuk mempertajam ketrampilan yang diperlukan sebagai seorang pemimpin, memperoleh ketrampilan baru, atau belajar lebih banyak mengenai masyarakat. Relawan PMI dalam kepemimpinan kepalangmerahan 1. Berikan komitmen 2. Pimpin kegiatan/proyek/program lewat jalan sederhana • Bila belum ada sistem pendataan, tawarkan keahlian Anda untuk membuat sistem pendataan yang sederhana • Jika ruangan kantor suram dan berantakan, kerahkan kelompok kecil untuk mendesain ruangan 3. Membangun jaringan kerja sama untuk pengembangan organisasi