Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!

Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!
Kobarkan Semangat Berlatih WUJUDKAN UNTUK BERKARYA...BERBAKTI...DAN BERPRESTASI

Selasa, 12 Januari 2010

PATAH TULANG (FRAKTURA)

Patah tulang dapat terjadi akibat adanya cidera berat pada bagian tubuh sehingga tulang menjadi terbelah dan menimbulkan rasa sakit. Jika kita menemukan orang yang tulangnya patah sebaiknya kita harus berhati-hati jika ingin menolongnya karena jika salah maka cideranya akan bertambah parah.
Orang yang patah tulang sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit, puskesmas, klinik, dokter, ahli patah tulang atau pusat kesehatan lainnya agar dapat segera diberi perawatan yang intensif agar tulang yang patah bisa berangsur-angsur pulih kembali.
Beberapa Jenis/Macam Patah Tulang Dan Cara Menyikapinya :
A. Patah Tulang Tertutup
Patah tulang tertutup adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya tidak melukai/merobek daging dan kulit yang ada di dekatnya. Patah tulang ini bisa menjadi terbuka jika patahan tulangnya semakin parah dan menusuk daging / kulit hingga menimbulkan luka berdarah.
- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah.
B. Patah Tulang Terbuka
Patah tulang terbuka adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya membuat daging dan kulit yang ada di sekitar patahan tulang menjadi sobek terluka. Patah tulang ini harus benar-benar diwaspadai karena selain mudah infeksi karena luka menganga juga kita bisa tertular penyakit orang yang berdarah tersebut bila tidak berhati-hati.
- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
- Jika darah masih mengalir hentikan pendarahan dengan menekan dan mengikat bagian yang terluka dengan kain bersih.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah atau terluka.
C. Patah Tulang Belakang / Spinal
Pada kondisi patah tulang punggung atau tulang belakang si penderita akan merasa sakit pada bagian belakang atau bagian leher. Jika demikian maka jangan menimbulkan banyak gerakan pada korban agar tidak merusak sumsum tulang belakang yang bisa mengakibatkan lumpuh permanen. Sebaiknya tunggu ambulan atau petugas medis yang berpengalaman untuk mengurus korban lebih lanjut.
- Jangan membuat pasien banyak bergerak baik berpindah tempat, mengangkat kepala, berdiri, duduk, dsb. Jika tidak mendesak jangan korban patah tulang belakang jangan dipindahkan dari tempat semula dan jaga posisi agar tetap dengan kepala lurus ke atas.
- Hangatkan badan penderita patah tulang punggung dengan selimut.
- Gunakan pengangkut dengan alas yang kuat dan keras seperti papan, meja, dll diangkut minimal dua orang agar stabil.
PATAH TULANG
Cedera Otot Rangka
Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya.
Gangguan yang paling sering dialami pada cedera otot rangka adalah Patah tulang. Pengertian patah tulang ialah terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja.

Penyebab
Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah.
Cedera dapat terjadi sebagai akibat :
• Gaya langsung.
Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.
• Gaya tidak langsung.
Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif lemah, sehingga akhirnya bagian lain inilah yang patah. Bagian yang menerima benturan langsung tidak mengalami cedera berarti
•Gaya puntir.
Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini sering terjadi pada lengan.
Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.
Gejala dan tanda patah tulang
Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas. Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang :
•Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
•Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
. Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
•Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
•Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.

Pembagian Patah Tulang
Berdasarkan kedaruratannya patah tulang dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Patah tulang terbuka
2. Patah tulang tertutup
Yang membedakannya adalah lapisan kulit di atas bagian yang patah. Pada patah tulang terbuka, kulit di permukaan daerah yang patah terluka. Pada kasus yang berat bagian tulang yang patah terlihat dari luar. Perbedaannya adalah jika ada luka maka kuman akan dengan mudah sampai ke tulang, sehingga dapat terjadi infeksi tulang. Patah tulang terbuka termasuk kedaruratan segera.
Contoh Kasus Patah Tulang

Pembidaian
Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah.
Tujuan pembidaian
1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah.
3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah.
4. Mengurangi rasa nyeri.
5. Mempercepat penyembuhan

Beberapa macam jenis bidai :
1.Bidai keras.
Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan.
Contoh : bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.

2. Bidai traksi.
Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha.
Contoh : bidai traksi tulang paha

3. Bidai improvisasi.
Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong.
Contoh : majalah, koran, karton dan lain-lain.

4. Gendongan/Belat dan bebat.
Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera.
Contoh : gendongan lengan.
Pedoman umum pembidaian
Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum.
• Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita.
• Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
• Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di bagian distalnya.
• Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
• Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
• Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan penderita yang sehat.
• Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut.
• Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
• Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar. ( Cara mengechecknya dengan kemampuan pengisian kapiler dan meraba denyut nadi )
contoh :

( Dengan cara menekan sebagian kuku hingga putih, kemudian lepaskan. Kalo 1-2 detik berubah menjadi merah, berarti balutan bagus. Kalau lebih dari 1-2 detik tidak berubah warna menjadi merah, maka longgarkan lagi balutan, itu artinya terlalu keras )

( Meraba denyut arteri ‘dorsalis pedis’ pada kaki [ untuk kasus di kaki ]. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri dorsalis pedis. Bila tidak teraba, maka balutan kita buka dan longgarkan )

( Meraba denyut arteri ‘radialis’ pada tangan [ untuk kasus di tangan ]. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri redialis. Bila tidak teraba, maka balutan kita buka dan longgarkan )
• Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang patah. ( artinya balutan dilakukan dari bagian bawah ke atas )
• Jangan membidai berlebihan
• Kurangi rasa sakit.
– Istirahatkan bagian yang cedera.
– Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup)
– Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.
GIGITAN ULAR
PATAH TULANG ( FRACTURE )
Definisi :
Putusnya hubungan tulang yang diakibatkan karena ruda paksa/ benturan
Macam – Macam Fraktur :
1. Menurut Perluasan
- Patah tulang komplit
- Patah tulang in komplit/ tidak komplit

2. Menurut bentuk garis patah
- Transversal
- Oblique
- Spiral
- Comunited (remuk)

3. Menurut hubungan antar fragmen
- Tanpa perubahan bentuk
- Degan perubahan bentuk

4. Menurut hubungan dengan dunia luar
- Patah tulang terbuka
- Patah tulang tertutup

5. Menurut lokalisasi
- Pada tulang panjang :
• ⅓ proksimal
• ⅓ tengah
• ⅓ distal
- pada tulang Clavicula
• ¼ medial
• ½ tengah
• ¼ lateral

6. Dengan atau tanpa komplikasi

Tanda – Tanda Patah Tulang
A. Patah tulang tertutup
1. Nyeri tekan/ pergerakan
2. pembengkakan
3. Perubahan bentuk (Deformitas)
4. Fungsi terganggu (Fungsiolaesa)
5. Krepitasi (bunyi gesekan)
B. Patah tulang terbuka
1. Sama dengan diatas ditambah dengan adanya luka atau perdarahan pada
permukaan jaringan kulit akibat terkoyak oleh ujung tulang yang patah.
Prinsip pertolongan pertama pada patah tulang
1. Pertahankan posisi
2. Cegah infeksi
3. Atasi syok dan perdarahan
4. Imobilisasi (fiksasi dengan pembidaian)
5. Pengobatan :
- Antibiotika
- ATS (Anti Tetanus Serum)
- Anti inflamasi (anti radang)
- Analgetik/ pengurang rasa sakit
Syarat – syarat pembidaian :
1. Cukup kuat untuk menyokong
2. Cukup panjang
3. Diberi bantalan kapas
4. Ikat diatas dan dibawah garis fraktur (garis patah)
5. Ikatan tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendur.

1. Patah Tulang Tengkorak
Tindakan :
- Jangan terlalu sering diangkat – angkat
- Bersihkan mulut, hidung bila ada perdarahan
- Baringkan miring, kepala ditelungkupkan
- Bersihkan luka dan atasi perdarahan
- Pada patah tulang terbuka jangan mencuci luka dengan cairan apapun
- Tutup luka dengan kasa steril
- Balutan tidak menekan
- Segera kirim ke RS terdekat

2. Patah Tulang Rahang
Tindakan :
- Kompres rahang dengan es
- Balut dengan funda
- Beri obat pengurang rasa sakit
- Kirim ke RS

3. Patah Tulang Selangka
Tindakan :
- Lakukan balutan ransel
- Lengan digantung ke leher
- Bantalan pada ketiak sisi yang sakit
- Kirim ke RS

4. Patah Tulang Lengan Atas
Tindakan :
- Pasang bidai di sepanjang lengan atas
- Balutan untuk mengikat
- Siku terlipat lengan bawah merapat
- Lengan di gantung ke leher
Bila patah dekat sendi siku, bidai sampai lengan bawah dan luruskan.

5. Patah Tulang Lengan Bawah
Tindakan :
- Bidai sepanjang lengan bawah 2 buah (sisi luar dan dalam)
- Balut
- Gantungkan lengan yang patah ke leher
- Kirim ke RS

6. Patah Tulang Iga
Tindakan :
- Bersihkan dada
- Strapping (fiksasi dengan memakai plester pada seluruh iga)
- Kirim ke RS

7. Patah Tulang Pinggul
Tindakan :
- Baringkan terlentang, kedua kaki dan lutut diikat jadi Satu.
- Beri bantakan di bawah lutut dan samping pinggul
- Atasi syok bila perlu
- Ikat seluruh panggul dengan kain lebar
- Harus diusung
- Kirim ke RS

8. Patah Tulang Paha
Tindakan :
- Pembidaian 2 buah (luar dan dalam) dilakukan sebelum dipindahkan
- Bila patah tulang paha atas bidai luar sampai pinggang
- Bila patah tulang paha bagian bawah bidai luar sampai pinggul

9. Patah Tulang Betis
Tindakan :
- Pembidaian 2 buah mulai dari mata kaki sampai atas lutut
- Diikat
- Beri bantalan di bawah lutut dan di bawah mata kaki

10. Patah tulang tempurung lutut
Tindakan :
- Balutan penekan diatas lutut
- Kompres es
- Lutut sedikit terlipat, pasang bidai di bawah mulai dari pantat
sampai tumit
- Beri bantalan di bawah lutut, dan pergelangan kaki
- Kirim ke RS

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar