Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!

Belajar....Berlatih...Amalkan...!!!
Kobarkan Semangat Berlatih WUJUDKAN UNTUK BERKARYA...BERBAKTI...DAN BERPRESTASI

Kamis, 24 Desember 2009

PERTOLONGAN PERTAMA

I. PENGERTIAN PERTOLONGAN PERTAMA.

Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegahan cacat atau mati.


II. TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA.

1. Menyelematkan Jiwa Penderita
2. Mencegah Cacad
3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang
proses penyembuhan


III. PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA.

Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian ( TKP ) yang memiliki kemampuan penanganan kasus gawat darurat dan terlatih untuk memberikan pertolongan pertama.


IV. KEWAJIBAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA.

1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
2. Menjangkau penderita dalam khasus kecelakaan atau musibah kemungkinan pelaku harus memindahkan penderita lain untuk dapat menjangkau penderita yang lebih parah
3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah masalah yang mengancam nyawa
4. Meminta bantuan/rujukan
5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat
6. Membantu pelaku lainnya
7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita
8. Berkomunikasi dengan petugas lainnya yang terlibat
9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi


V. KUALIFIKASI PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA

1. Jujur dan bertanggung jawab
2. Berlaku profesional
3. Kematangan emosi


VI. ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

1. Sarung Tangan Lateks
2. Kacamata Pelindung
3. Baju Pelindung
4. Masker Penolong
5. Masker Resusitasi
6. H e l m


VII. PERALATAN PERTOLONGAN PERTAMA.

1. Penutup Luka, misalnya Kasa Steril
2. Pembalut Luka, misalnya Pembalut Segitiga/Mitella
3. Cairan Pembersih Luka, misalnya Boorwater, Rivanol dan Lodinepovidone
4. Peralatan Stabilisasi Korban, misalnya :
a. Bidai Leher
b. Bidai Alat Gerak (Bidai Kayu)
5. Mitella
6. Plester
7. Gunting
8. Pingset
9. Kapas
10. Senter
11. Selimut
12. Kartu Penderita
13. Alat Tulis
14. Oksigen (Bila Perlu)
15. Tensimeter dan Stetoskop (Bila Perlu)
16. Alat Angkut, misalnya tandu


VIII. LANGKAH - LANGKAH PENILAIAN DINI.

I. Kesan Umum :

Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau kasus medis.

A. Kasus Trauma

adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu yang mempunyai tanda - tanda yang jelas terlihat atau teraba, misalnya :
1. Kasus Perdarahan
2. Kasus Patah Tulang
3. Kasus Penurunan Kesadaran



.C. Kasus Medis

adalah kasus yang diderita seseorang tanpa adariwayat, kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari gangguannya, misalnya :
1. Sesak Napas
2. Nyeri Dada dll



II. Periksa Respon :

Respon yang diberikan penderita merupakan gambaran sederhana dan cepat mengenai berat ringannya gangguan yang terjadi dalam otak.
Untuk menentukan tingkat respon seorang penderita berdasarkan rangsangan yang diberikan penolong, dikenal ada 4 tingkat yaitu


AWAS, SUARA, NYERI, TIDAK respon (ASNT).
A = AWAS
Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungan

S = SUARA
Penderita hanya menjawab/beraksi bila dipanggil atau
mendengar suara.

N = NYERI
Pnderita hanya beraksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit

T = TIDAK Respon
Penderita tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun yang
diberikan oleh penolong


KERACUNAN


GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI PERNAFASAN.

• Nafas sasak atau pendek
• Batuk-batuk disertai sakit kepala
• Kulit berwarna kebiruan
• Nafas berbau


TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA.

• Pindahan korban ke udara segar
• Beri nafas buatan atau pijat jantung bila perlu
• Jika korban bernafas, jaga agar sirkulasi udara lancar


GEJALA KERACUNAN MELALUI MULUT ATAU ALAT PENCERNAAN.

• Mual disertai muntah – muntah
• Nyeri pada perut, diare
• Nafas mulut berbau
• Mungkin ada luka di mulut bila ada racun korosif


TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA

1. Beri minum susu atau air sebanyak – banyaknya kepada korban atauberi anti racun (norits , putih telut
2. Jangan dirangsang muntah pada kasus : menelan minyak, korban kejang, atau ada bakat kejang, korban berpenyakit jantung, korban tidak sadar atau pada gangguan kesadara
3. Segera bawa ke RS


PERDARAHAN

Macam – macam perdarahan dilihat dari sudut keluarnya darah :

1. Perdarahan Keluar
2. Perdarahan Didalam


Perdarahan dilihat dari sudut macam pembulu darah yang putus

1. Perdarahan pembuluh Nadi ( Arterie )
2. Perdarahan pembuluh Balik ( Vena )
3. Perdarahan Pembuluh Rambut ( Capiler )


Tanda Perdarahan

• Perdarahan Pembuluh Nadi (Arterie)

1. Darah keluar memancar menurut gerakan denyut jantung
2. Warna darah merah muda (karena mengandung Zat Asam)

• Perdarahan Pembuluh Balik (Vena)

1. Darah keluar tidak memancar hanya mengalir
2. Warna darah merah tua (karena mengandung zat asam arang

• Perdarahan Pembuluh Rambut (Capiler)

1. Darah keluar sedikit-sedikit seperti titik embun
2. Ini tidak berbahaya karena pembuluh darahnya
sangat kecil


PENGERTIAN DARI “ LUKA “

Luka adalah putus atau robek jaringan kulit yang tembus kedalam dikarenakan benda tajam, seperti :


 Luka Memar ( karena pukulan )
 Luka Gores
 Luka Tusuk
 Luka Potong
 Luka Bacok
 Luka Robek
 Luka Tembak
 Luka Bakar
 Luka Iris
 Luka Lecet


A. Tindakan Pertolongan

1. Menghentikan Perdarahan
2. Mencegah Infeksi
3. Mencegah kerusakan lebih lanjut dari pada jaringan


B. Pencegaran infeksi dapat dilakukan dengan

1. Menberikan betadin
2. Tepung sulfa steril
3. Luka di tutup dengan pembalut steril


C. Tidakan untuk mengatasi perdarahan (Ingat 5 T)

T – 1 = Tekan bagian yang berdarah selama 5-15 menit
T – 2 = Tinggikan anggota badan yang luka
T – 3 = Tidurkan korban dengan kepala lebih rendah
T - 4 = Tekan pembuluh madi (antara tempat perdarahan dengan jantung
T – 5 = Tenangkan Korban


GEJALA DAN TANDA KERACUNAN ZAT KIMIA MELALUI
KULIT ATAU KONTAK DENGAN KULIT

1. Gatal dan bengkak meliputi kulit yang terkena
2. rasa terbakar
3. kulit kadang kemerahan


PERTOLONGAN PERTAMA YANG DAPAT DILAKUKAN

1. Lepaskan pakaian, cincin. jam tangan dan sesuatu yang melekat atau bahan yang terkena
2. Sisa zat kimia yang masih tersisa pada kulit siram dengan air sekurang kurangnya selama 20 menit
3. Zat kimia berbentuk bubuk, disapu dulu dengan kuas/sikat lembut, baru disiram dengan air sebanyak banyaknya


GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI SUNTIKAN
ATAU GIGITAN BINATANG

1. Mual disertai dengan muntah
2. Nadi lemah dan cepat
3. Sulit untuk bernafas
4. Badan terasa lemah
5. Bengkak dan nyeri didaerah gigitanS


TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA

1. Jaga korban agar tetap tenang dan istirahat
2. Cuci luka gigitan dengan air sabun
3. Posisi luka lebih rendah dari jantung
4. Immobilisasi daerah gigitan dengan pembalutan
5. Bawa segera ke RS


PEMBALUTAN

1. KEGUNAAN PEMBALUT
1. Menutup Luka
2. Melakukan penekanan
3. Mengurangi/mencegah pembengkakan
4. Membatasi pergerakan
5. Mengikat Bidai

2. APA YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MEMBALUT
1. Awasi muka korban
2. Balutan jangan kendor, karena dapat tergeser
3. Balutan jangan terlalu erat, karena dapat menghalangi perdarahan
4. Pada saat membalut posisi korban berbaring atau duduk

3. TUJUAN DARI PEMBALUTAN
1. Mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut
2. Mengurangi rasa nyeri/sakit
3. Mencegah cacat dan infeksi

4. MACAM-MACAM PEMBALUT
1. Pembalut Segi Tiga (Mitela)
2. Pembalut Plester
3. Pembalut Pita/Gulung/Perband
4. Pembalut Cepat

5. INDIKASI PEMBALUT

1. Dalam membalut ada hubungan dengan pemasangan bidai/spalek pada pertolongan pertama (PP)
2. Untuk menutup luka supaya tidak kena cahaya, debu, atau kotoran, untuk menekan, menarik,menahan dan untuk imobilisasi (agar anggota tubuh tidak bergerak)
3. Menghentikan perdarahan, melindungi bakteri/kuman pada luka dan mengurangi rasa nyeri pada luka dll


KEJADIAN KHUSUS

6. KEMASUKAN BENDA ASING
7. KECELAKAAN LISTRIK
8. K E J A N G
9. SENGATAN PANAS
10. TERKILIR
11. KESELAK/TERSEDAK
12. KERACUNAN
13. TENGGELAM
14. KEDINGINAN


PENGANGKUTAN

1. PENGANGKUTAN ORANG SAKIT/LUKA
2. PENGANGKUTAN OLEH SATU ORANG
3. PENGANGKUTAN OLEH DUA ORANG
4. PENGANGKUTAN OLEH TIGA ORANG
5. PENGANGKUTAN OLEH EMPAT ORANG
6. PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN ALAT/TANDU
7. PEMBUATAN TANDU DARURAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar